Home » » IKAN IKAN LUCU BERTASBIHLAH

IKAN IKAN LUCU BERTASBIHLAH

Written By Arifin Budi Purnomo on Jumat, 18 November 2011 | 16.57.00


IKAN IKAN LUCU BERTASBIHLAH

 

Segala puji Bagi Allah, seseorang telah menyiapkan sebuah aquarium yang indah, kemudian diisinya dengan air dan sesaat kemudian dimasukkannya lah kedalamnya ikan-ikan yang lucu dan indah, dipandangnya penuh dengan perhatian, dan sangat menghibur hati.
Ketika ikan-ikan semakin nampak indah dan lucu, terpikirlah bagaimana agar kebutuhan makanan dan air bersih tetap terjaga, bahkan meningkat kepada kebutuhan oksigennya pula, maka dibuatlah sirkulasi udara dan tanaman-tanaman air di aquarium tersebut, ikannya semakin sehat dan semakin indah untuk dipandang.
Ketika kelucuan semakin nampak mengemuka, maka ada keinginan bagi siempunya aquarium untuk memperluas dan mempercantik aquariumnya, sehingga ikan-ikan yang di dalamnya makin lucu dan makin indah dipandang. Sungguh ikan-ikan indah itu semakin menyenangkan dan menggemaskan, Subhanallah…
Allah sangat menyayangi manusia, sangat menyayangi orang-orang beriman
.
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. 33:41)
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 33:42)
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. 33:43)

Allah Tuhan semesta Alam, Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Kaya, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Menciptakan manusia-manusia lucu dan indah jiwa dan perilakunya selama mengikuti jalan-jalan yang ditunjuki oleh Allah, sebagaimana firmanNya yang artinya
.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. 95:4)
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (QS. 95:5)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (QS. 95:6)

Demi masa. (QS. 103:1)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:2)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

Manusia akan menjadi makhluq lucu dan indah dan mulia bila mengikuti jalan-jalan iman dan amal sholih. Dan manusia akan tetap di jalan itu bila mereka selalu mentaati kebenaran dan menepati kesabaran dalam kebenaran, maka perlu sarana dan suasana bahkan budaya untuk selalu nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran
Bahkan Allah memberikan janji kepada manusia-manusia yang indah dan lucu serta mulia ini dengan janji-janji yang pasti
.
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16:97)
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ……. (QS. 7:96) )
Manusia akan tetap indah dan lucu dan hidup penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan dalam rahmat dan keridhoan Allah bila mereka tetap menjaga keimanan, dan amal sholihnya, menjaga taqwanya.
Namun manusia perlu berhati-hati, bahwa dalam tiap diri manusia ada potensi untuk menjadi makhluq yang berperilaku jahat dan rendah. Ciri masing-masingnya dapat diketahui dengan sangat mudah.
Bila manusia selalu memelihara hawa nafsunya dan tidak melakukan hal-hal yang melampaui batas maka manusia akan tetap menjadi manusia yang lucu dan indah
.
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (QS. 79:40)
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (QS. 79:41)

Manusia-manusia yang tetap menjaga hawa nafsu dirinya akan tetap menjadi manusia yang indah dan lucu dan menggemaskan. Sesibuk apapun jaman, manusia perlu menyadari bahwa adanya dia di dunia adalah diadakan oleh Allah untuk beribadah dan berbakti kepadanya. Ibadah-ibadah kepada Allah inilah yang menjadi sesuatu yang paling bermakna dalam hidup, sesuatu yang paling utama dan paling nikmat untuk selalu dilakukan. Dan sesuatu yang menjadikan jiwa manusia tetap menempati posisi kemuliaan dan keindahan.
Cinta beribadah dan bertasbih mengagungkan Allah, hidup dalam kebaikan, kesholehan, adalah ciri-ciri manusia yang dicintai Allah. Diantara ciri-ciri makhluq yang mulia dan dimuliakan oleh Allah, adalah diringankan untuk selalu bertasbih mengagungkan Allah
.
Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19)
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. 21:20)

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), (QS. 15:98)
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, (QS. 24:36)
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. 24:37)

Ibadah yang ikhlash, benar dan tekun adalah sarana utama untu menjaga kemuliaan dan sifat-sifat diri yang mulia, menjaga keindahan dan kelucuan pribadi manusia. Sehingga arah kehidupan diri, keluarga dan masyarakat serta bangsa ini perlu di arahkan dan di jaga dengan sungguh-sungguh untuk menetapi jalan itu.
Bila manusia sudah melupakan Allah, melupakan ibadah dan melupakan tujuan hidup yang utama, dan kemudian terkencong dengan kesibukan-kesibukan bersenang-senang memuja kesenangan hawa nafsu maka manusia akan berubah menjadi kotor dan jahat.
Memuaskan kesenangan memperturutkan hawa nafsu akan membuat manusia menjadi kotor dan jahat serta turun derajat menjadi serendah-rendah makhluq
.
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. 59:19)
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. 25:43)
atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu. (QS. 25:44) )

Allah sangat menyayangi orang-orang beriman, namun Allah memberi tahu bahwa setiap manusia bisa berubah sifat menjadi makhluq yang menjengkelkan dan dibenci oleh Allah. Allah menyindir manusia dengan ungkapan yang sangat membekas di hati manusia, bahwa manusia bisa memiliki sifat dan perbuatan seperti binatang ternak bahkan lebih rendah dari itu.
Dan dibalik sifat buruk manusia itu terkandung bahaya besar mengancam, baik dari dalam dirinya hingga kemurkaan Allah dapat menimpa mereka. Sifat-sifat jahat manusia dapat membinasakan dirinya, merugikan orang lain atau bahkan mendatangkan kemurkaan Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
.
Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpah kaum Nuh atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. (QS. 11:89)
Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia. (QS. 20:81) )
Manusia yang indah dan lucu, yang ramah-tamah, sopan santun, tepo seliro, saling tolong menolong dan berkurban, saling perhatian, Bila telah mengkonsumsi budaya-budaya memperturutkan hawa nafsu akan turun derajad menjadi manusia-manusia bersifat jahat, buruk dan rendah. Saling merugikan, saling mencelakai, saling menyakiti, saling memeras, yang semuanya sekedar untuk mewujudkan dalam mengejar bersenang-senang menikmati dan memuaskan kesenangan hawa nafsu.
Jaman modern, jaman globalisasi, jaman tanpa dinding pembatas. Tidak ada yang bisa membatasi aqal dan hati dan moral manusia kecuali dengan dinding iman, aman sholih dan ketaqwaan, serta kekhusukan hati, hidup mengikuti pribadi para Nabi dan Rasul para kekasih Allah.
Manusia yang lucu dan indah bila tergoda dan kemudian lepas iman dan taqwa-nya maka bisa berubah menjadi manusia kotor dan jahat. Dan jalan-jalan kotor dan jahat adalah jalan yang dimurkai dan mendatangkan kemurkaan Allah. Walaupun dipulas dengan wadah yang bagus, tetap saja Allah Maha Mengetahui dan memurkainya.
Bila ikan-ikan di aquarium berubah menjadi jahat, dan tidak lucu lagi, maka bisa saja aquarium diterbengkelaikan pemiliknya, atau bahkan dibuang airnya, sehingga tidak lagi ikan-ikan yang jahat dapat hidup bergaya. Wahai ikan-ikan lucu dan indah beribadahlah dan BERTASBIHLAH kepada ALLAH agar engkau tetap indah dan lucu. Wallahu a’lam.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger