Home » » Sedikit coretanku

Sedikit coretanku

Written By Arifin Budi Purnomo on Kamis, 06 Desember 2012 | 09.02.00


 Sedikit ingin berbagi coretan sobat, sebelumnya minta maap jika banyak kesalahan dalam cerita pendek keseharianku ini.
 


Singkat cerita, suatu malam terjadi sedikit perbincangan antara aku dan anak Pesma MAFAZA lantai bawah. Pembicaraan bermulai ketika mas Imam (D3 Fapet) secara tidak sengaja membuka soal awetan UTS yang saya kopi dari kakak kelas. Tertera dosen pengampu Pendidikan Agama Islam dalam soal awetan tersebut.

Secara spontan dan penuh dengan tawa mas imam  berkata Hmm dosen ini dosen bermasalah, saya sudah 3 kali disuruh datang kerumahnya karena masalah perbedaan paham”
 akupun dengan penasaran menanyakan kejelasan kalimat tersebut ”Emang ada apa mas dengan dosen “X” itu?”
 Mas Imam dengan santai menjawab “Hati-hati saja dengan dosen itu, tak jarang anak Pesma sering bermasalah dengan dosen itu”

 aku kembali bertanya lagi “Emang dosenya gimana sih mas?”

 Mas imam menjawab “Dosenya itu biasanya sering memojokkan pemahaman yang tidak sesuai dengan pemahaman kita, ketika itu ada sedikit perbedaan pendapat denganku, aku tetap pada pendirian dan menyanggah setiap pemahaman yang tidak sesuai, alhasil keesokan paginya aku ditelefon dan disuruh kerumahnya, sesampainya disana aku diberi ceramah yang panjang mengenai permasalahan tadi pagi. Sebagai contoh masalah adzan awal di MAFAZA, tiap kali aku yang disalahkan dan diprotes, padahal yang adzan bukan aku, melainkan anak mesjid, tapi lagi-lagi karena aku uda sering debat, ujung-ujungnya ya ke aku lagi”

“O.. ternyata sikapnya gitu ya mas, tapi biasanya di kelas bahas masalh Syi’ah Imamiyah mas” jawabku.
“Ia awalya gitu, tapi jangan kaget kalo ujung-ujungnya menyindir masalah MAFAZA, jangan heran juga jika anak PESMA akhirnya hanya dapat nilai C bahkan D. Itu udah terkenal sejak zaman sebelumnya. Cepi saja yang orangnya gak begitu bodo amat dan sifatnya santun, pendiam dapat nilai C”, tindasnya.

Ha? Masak si mas?” aku heran

Mas imam berkata “Iya, aku saja yang optimis nilai 100 di agama , tiap tugas 100, di akhir semester Cuma dapet nilai B. Sedangkan ada anak lain yang rumahnya deket pak “X” itu, sering gak masuk, gak ngumpulin tugas justru dapet nilai A, gimana coba?”

“Berarti kemungkinan besar aku gak bisa dapet nilai A dong mas?”, tanyaku penuh harap.

“Memang sulit fin, kalau udah ketauan anak Santri Mafaza. Dapet nilai B aja uda beruntung” jelas mas Imam.

“Astagfirullah, segitu burukkah?” gumanku

“Itu sebenarnya berawal dari masalah tahun 2000an. MAFAZA kan dulu dikenal dengan aliran-aliran sorban hitam, beda dengan yang sekarang. Dulu salah satu pemimpin untuk melawan bahkan membakar MAFAZA ya dosen ”X” itu” jelasnya.

“Padahal kan sekarang uda demokratis mas, saling menghargai paham, masak masih saja gak suka?” kataku
.
“Emang sih, tapi kalau emang begitu gimana lagi” katanya

Selepas pembicaraan diatas selesai, aku mulai menyadari bahwa aku perlu hati-hati bersikap padanya. Jika memang itu sudah takdirku mendapat nilai C seperti kakak-kakak Santri Pesma angkatan sebelumnya, aku rela. Biarkan teman-teman yang dirasa suka oleh dosen “X” itu yang mendapat nilai A. Sulit memang menerima keadaan yang begini. Posisi saya sebagai Santri MAFAZA seolah menjadi penyebab utama memperoleh nilai kurang memuaskan. Aku pun masih ada harapan kepada Allah agar tidak mempunyai nasib yang sama dengan kakak angkatan sebelumnya. Aku akan menunggu besog saat pembagian nilai. Ya Rabb Sesungguhnya aka nada Hikmah di balik setiap cerita. Aku yakin pada firmanMU. “,,,,Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah pun kan menolong setiap urusanmu, dan Allah akan meneguhkan pendirianmu,,,

Maha Suci Allah akan segala FirmanNYA.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger