Home » , » LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI /ACARA 5 /FOTO RESPIRASI

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI /ACARA 5 /FOTO RESPIRASI

Written By Arifin Budi Purnomo on Jumat, 07 Desember 2012 | 10.25.00



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
ACARA 5
FOTO RESPIRASI


 





                                                                                              


Disusun oleh :
Nama                   :
NIM                     :
Rombongan          :
Asisten                 :
                              


KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN





PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Tumbuhan adalah salah satu makluk hidup di bumi ini yang mempunyai suatu keistimewaan. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri dengan memanfaatkan sesuatu yang ada disekitarnya. Proses pembuatan makanan ini disebut fotosintesis. Oleh karena itu tumbuhan berada pada urutan paling bawah dalam piramida rantai makanan karena tumbuhan merupakan produsen.
Selain berfotosintesis tumbuhan juga melakukan bernafas atau sering disebut respirasi. Kegiatan ini merupakan salah satu ciri-ciri dari makluk hidup, namun cara makhluk hidup satu dengan yang lainnya berbeda. Tumbuhan yang satu dengan yang lainnya juga mempunyai perbedaan dalam respirasi, ada yangmenggunakan oksigen dan ada pula yang tidak menggunakan oksigen dalam menghasilkan energi. Namun intinya respirasi adalah menghasilkan energi.
Pada makalah dibawah ini akan dibahas mengenai pengertian respirasi, faktor-faktor yang mempengruhi, proses respirasi, pengertian fotosintesis, faktor yang mempengeruhi dan proses fotosintesis.
B.       RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah pengertian respirasi?
2.      Bagaimana proses respirasi pada tumbuhan?
3.      Apakah pengertian fotosintesis?
4.      Bagaimana proses fotosintesis pada tumbuhan?
C.       TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian respirasi.
2.      Untuk mengetahui proses respirasi pada tumbuhan.
3.      Untuk mengetahui pengertian fotosintesis.
4.      Untuk mengetahui proses fotosintesis pada tumbuhan.











PEMBAHASAN
A.      RESPIRASI
1.      Pengertian respirasi
Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi.
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.
Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi:
a.       respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen bebas untuk mendapatkan energi
b.      respirasi anaerob atau biasa disebut dengan proses fermentasi yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen namun bahan bukunya adalah seperti karbohidrat, asam lemak, asam amino sehingga hasil respirasi berupa karbondioksida, air dan energi dalam bentuk ATP.
Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu).
Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi
Reaksi di atas merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi.
Bernapas meliputi dua tahap, yaitu:
1.      Pertukaran gas adalah proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida melalui alat pernapasan tumbuhan.
2.      Respirasi sel adalah penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa lebih sederhana dengan membebaskan energi.
Mitokondria adalah tempat di manafungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Senyawa kompleksnya dapat berupa karbohidrat, lemak, dan protein.Energi yang didapatkan dari proses respirasi digunakan untuk aktifitas metabolisme tubuh tumbuhan
2.      Alat respirasi tumbuhan

Seperti dijelaskan sebelumnya, proses respirasi diawali dengan proses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida melalui alat pernapasan. Alat pernapasan tumbuhan letaknya tersebar. Tumbuhan dapat melakukan pertukaran gas melalui stomata, lenti sel, dan rambut akar. Pada tumbuhan tertentu, pernapasan melalui alat khusus, misalnya akar napas pada tumbuhan bakau maupun beringin. Berikut ini akan dijelaskan alat-alat pernapasan tumbuhan.
a.       Stomata
Stomata ataumulutdaunterdiriatascelahataulubang yang dikelilingiolehduaselpenjagadanterletak di daun.Stomata berfungsisebagaitempatpertukaran gas padatumbuhan, sedangkanselpenjagaberfungsiuntukmengatur, membukadanmenutupnya stomata.
Stomata tumbuhanpadaumumnyamembukapadasaatmatahariterbitdanmenutupsaatharigelap.Membukadanmenutupnya stomata dipengaruhiolehkandungan air dan ion kalium di dalamselpenjaga.Ketikaselpenjagamemilikibanyak ion kalium, air dariseltetanggaakanmasukkedalamselpenjagasecaraosmosis. Akibatnya, dindingselpenjaga yang berhadapandengancelah stomata akantertarikkebelakang, sehingga stomata menjaditerbuka. Sebaliknya, ketika ion kaliumkeluardariselpenjaga, air dariselpenjagaakanberpindahsecara osmosis keseltetangga. Akibatnya, seltetanggamengembangdanmendorongselpenjagakearahcelahsehingga stomata menutup.  LihatGambar 9.

Gambar1.
Membukadanmenutupnya stomata diaturolehselpenjaga (guard cell) : stoma membuka (kiri), stoma menutup (kanan). (Sumber : Campbell et al. 1999)
b.      Lentisel
Padatumbuhandikotil, selainkambiumintervasikuler yang membentukxilemdanfloemsekunderadajugakambiumgabus yang menghasilkanparenkimagabusdanlapisangabus.Lapisangabusakanmenggantikan epidermis. Lapisangabusterdiriatassel-selmatidanmembantumelindungibatang.Kambiumgabus, parenkimagabus, danlapisangabusakanmengelupasdanlepassebagaibagiankulit. Akibatnya, timbullubang-lubang di batang yang disebutlentisel.Lentiselmemungkinkansel-seltetaphidup di dalambatangmelaluipertukaran gas denganudaraluar.LihatGambar 10.
Gambar2.

c.       RambutAkar
Selain untuk menghisap air dangaram-garam mineral, rambut akar berfungsi sebagai alat pernapasan. Sel-sel rambut akar akan mengambil oksigen pada pori-poritanah.
Gambar 11.RambutAkar
(Sumber: Campbell, et all. 2005)
d.      AlatPernapasanKhusus
Kemampuan tumbuhan beradaptasi terhadap lingkungan menghasilkan alat pernapasan khusus. Tumbuhan bakau yang hidup di lingkungan air laut mempunyai akar yang tumbuh keatas permukaan tanah untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Akar tersebut disebut akar napas.
Pohon beringin dan anggrek mempunyai akar gantung untuk bernapas. Akar tersebut tumbuh dari batang dan menggantung kearah tanah. Pada saat masih menggantung, akar ini menyerap uap air dan gas dari udara. Akan tetapi setelah masuk ke tanah, akar tersebut berfungsi menyerap air dangaram mineral.Tumbuhan yang  hidup di air seperti enceng gondok dan kangkung, batangnya mempunyai rongga-rongga udara yang  besar berfungsi untuk menyalurkan oksigen.



3.      Proses respirasi
Gambar 13 Hubunganantara proses fotosintesisdengan proses respirasipadatumbuhan(Sumber : Campbell, et all, 2006)
Respirasimerupakan proses penguraiansenyawaorganikmenjadi air dankarbondioksidauntukmemperolehenergidenganbantuanoksigen. Senyawaorganikmerupakanbahanbakarrespirasiuntukmenghasilkan ATP, sedangkanproduklimbahrespirasisepertikarbondioksidadan air, merupakanbahan yang digunakankloroplassebagaibahanmentahuntukfotosintesis.LihatGambar 6. Energi (ATP) yang diperolehdari proses respirasi, akandigunakanuntukaktifitasmetabolismetubuhtumbuhan. Proses keseluruhandapatdirangkumsebagaiberikut:
Senyawaorganik + oksigen –>karbondioksida + air + energi
Glukosa, lemak, dan protein dapatdiprosesdandigunakansebagaibahanrespirasi.Jikaglukosa (C6H12O6) yang digunakansebagaibahanrespirasimakareaksinyadapatditulissebagaiberikut:
gb5b

4.      Faktor-faktor yang mempengarui laju respirasi
Laju respirasi dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
a.       Ketersediaan substrat
Karbohidratmerupakansubstratrespirasiutama yang terdapatdalamseltumbuhantinggi.Tumbuhandengankandungansubstrat yang rendahakanmelakukanrespirasidenganlaju yang rendah pula. Demikiansebliknyabilasubstratyang tersediacukupbanyakmakalajurespirasiakanmeningkat.
b.      Ketersediaan oksigen
Ketersediaanoksigenakanmempengaruhilajurespirasi, namunbesarnyapengaruhtersebutberbedabagimasing-masingspesiesdanbahkanberbedaantara organ padatumbuhan yang sama.


c.       Suhu
Semakintinggisuhu, semakintinggilajurespirasi.Lajureaksirespirasiakanmeningkatuntuksetiapkenaikansuhusebesar 10oC, namunhalinitergantungpadamasing-masingspesies.
d.      Tipe dan umur tumbuhan
Masing-masingspesiestumbuhanmemilikiperbedaanmetabolisme, dengandemikiankebutuhantumbuhanuntukberespirasiakanberbedapadamasing-masingspesies. Tumbuhanmudamenunjukkanlajurespirasi yang lebihtinggidibandingtumbuhan yang tua.Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedangdalammasapertumbuhan.
5.      Manfaat respirasi

Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin.
Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

B.       FOTOSINTESIS
1.      Pengertian fotosintesis
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim yang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).
Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari(Kimball, 1992).
Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Kimball, 1992).
Tumbuhan dibagi menjadi 3 organisme yaitu :
a.       Organisme autrotof
Organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu.
b.      Organisme heterotrof
Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Kimball, 1992).
c.       Organisme kemoautrotof
Organisme kemoautrotof menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik.
Proses fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari(Kimball, 1992).




2.      Faktor yang mempengaruhi fotosintesis
a.       Ketersediaan air
Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.
b.      Intensitas cahaya
Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.
c.       Konsentrasi karbondioksida (CO2)
Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

3.      Bagian-bagian daun
Sebagian besar tumbuhan berdaun hijau. Ini disebabkan tumbuhan berisi pigmen hijau atau zat warna yang disebut zat hijau daun (chlorofil). Hanya di bawah permukaan atas dari daun yang merupakan lapisan-lapisan dari sel-sel khusus, dikenal sebagai sel pagar. Di dalam masing-masing sel terdapat kotak yang sangat kecil berbentuk piringan hitam, disebut chloroplast. Chloroplast ini penuh zat hijau daun.
4.      Proses fotosintesis pada tumbuhan
Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dapat terjadi dengan bantuan:
a.       sinar matahari, 
b.      air, 
c.       garam mineral yang diserap 
d.      serta karbondioksida dari udara diubah menjadi zat makanan yang diperlukan
Tumbuhan membutuhkan sinar matahari, air, dan udara untuk membuat makanannya sendiri. Setiap hari, zat hijau daun pada daun tanaman menyerap cahaya matahari. Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari menjadi karbon dioksida dari udara, dan air dari tanah menjadi makanan yang mengandung gula. Tumbuhan lalu mengeluarkan oksigen sebagai hasil yang tidak terpakai, walaupun sebagian digunakan untuk bernapas. Proses ini disebut fotosintesis. Makanan dapat disimpan di dalam tumbuhan dan digunakan bila diperlukan. Binatang dan manusia mengambil keuntungan dari kemampuan tumbuhan dalam membuat makanannya sendiri. Mereka makan banyak jenis tanaman dan makanan jenis ini menyimpan makanan juga.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada umumnya semua tumbuhan melakukan respirasi dan fotosintesis. Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Pada intinya respirasi merupakan suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.
Sedangkan fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).
Respirasi maupun fotosintesis menggunakan bagian-bagian yang berbeda dalam tubuh tumbuhan. Respirasi dapat dilakukan melalui stomata, lentisel, rambut akar maupun alat pernafasan khusus. Berbeda dengan fotosintesis yang hanya dilakukan dibagian daun khususnya bagian kloroplas yang merupakan zat hijau daun. Zat hijau daun adalah klorofil yang merupakan zat yang sangat diperlukan dalam proses fotosintesis.
Jadi, pada intinya tumbuhan melakukan respirasi dan fotosintesis yang dapat membantu tumbuhan untuk tumbuh berkembang.

B.     Kritik dan saran
Dalam makalah ini masih banyak kekurangan pembahasan terutama pada proses fotosintesis. Referensinya juga masih sedikit sehingga makalah ini masih belum sempurna. Apalagi penyusunan makalah masih sedikit acak-acakan yang menjadikan makalah ini agak membingungkan.
Diharapkan untuk penyusunan makalah selanjutnya yang membahas tentang respirasi dan fotosintesis dipersiapkan dengan matang dan referensinya harus valid dan banyak.






DAFTAR PUSTAKA

Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.

Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.
Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.
Krisdianto, dan kawan-kawan. 2005. Penuntun Praktikum Biologi Umum. FMIPA Universitas Lambung Mangkurat.Banjarbaru.
Lovelles. A. R. 1997. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. PT Gramedia. Jakarta.
Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger