Home » , » PENGANTAR ILMU EKONOMI / INFLASI DALAM PEREKONOMIAN

PENGANTAR ILMU EKONOMI / INFLASI DALAM PEREKONOMIAN

Written By Arifin Budi Purnomo on Kamis, 27 Desember 2012 | 08.21.00

TUGAS STRUKTUR PENGANTAR ILMU EKONOMI
INFLASI DALAM PEREKONOMIAN



Oleh
Nama   : Arifin Budi Purnomo
NIM    : A1C012025
Prodi   : Agribisnis (Ganjil)



KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
2012
I.                   PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Inflasi merupakan masalah yang selalu dihadapi setiap perekonomian suatu Negara. Sampai dimana buruknya masalah ini berbeda diantara satu waktu ke waktu lainnya, dan berbeda pula dari suatu negara ke negara lain. Tingkatan  inflasi, yaitu presentasi kecepatan kenaikan harga-harga dalam suatu tahun tertentu biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menunjukan sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi.

B.     Rumusan masalah
1.      Apakah pengertian inflasi?
2.      Apa jenis-jenis inflasi?
3.      Apakah dampak dari inflasi terhadap perekonomian suatu negara?
4.      Bagaimana keadaan inflasi di Indonesia?

C.    Tujuan
1.      Memahami pengertian istilah inflasi
2.      Mengetahui apa saja jenis-jenis dari inflasi
3.      Mengerti akan dampak inflasi terhadap perekonomian suatu negara
4.      Mengetahui keadaan inflasi di Indonesia




II.                PEMBAHASAN

A.    Pengertian

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga barang secara umum dan terus-menerus dalam kurun waktu tertentu (kontinyu). Dengan kata lain, inflasi juga disebut sebagai proses menurunya nilai mata uang dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini bukan merupakan tinggi rendahnya tingkat suatu harga, melainkan merupakan proses dari peristiwa naik turunya suatu harga(Subagyo, 2008).

B.     Jenis-Jenis Inflasi
Penggolongan jenis-jenis Inflasi ada bermacam-macam. Jenis tersebut digolongkan berdasarkan parah atau tidaknya inflasi tersebut, berdasarkan asal inflasi serta berdasarkan faktor-faktor yang menimbulkan suatu inflasi.
1.      Berdasarkan parah atau tidaknya
Berdasarkan parah atau tidaknya, inflasi dibagi menjadi empat yaitu:
a)      Inflasi ringan
Inflasi ini terjadi pada negara berkembang dan laju inflasinya kurang dari 10% per tahun.
b)      Inflasi sedang
Merupakan inflasi yang lajunya antara 10%-30% per tahun. Tingkat ini mulai membahayakan kegiatan perekonomian. Pendapatan masyarakat yang berpendapatan tetap mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil dibanding kenaikan harga.
c)      Inflasi berat
Inflasi ini lajunya antara 30%-100% per tahun kenaikan harga sulit dikendalikan.
d)     Inflasi liar
Inflasi ini lajunya diatas 100% per tahun.
2.      Berdasarkan faktor-faktor yang menimbulkan
Berdasarkan faktor-faktor yang menimbulkan suatu inflasi, inflasi dapat dimagi menjadi:
a)      Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi tarikan permintaan terjadi bila sector perusahaan tidak mampu dengan cepat melayani permintaan masyarakat dalam wujud pasaran. Masalah kekurangan barang akan berlaku dan ini akan mendorong pada kenaikan harga-harga. Inflasi tarikan permintaan bisanya berlaku ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat. Dalam periode seperti ini permintaan masyarakat bertambah dengan pesat dan perusahaan pada umumnya akan beroperasi pada kapasitasnya yang maksimal. Kelebihan-kelebihan permintaan yang masih wujud akan menimbulkan kenaikan harga-harga.
b)      Inflasi Desakan Biaya
            Inflasi desakan biaya adalah masalah kenaikan harga-harga dalam perekonomian yang diakibatkan oleh biaya produksi. Pertambahan biaya produksi akan mendorong perusahaan-perusahaan menaikkan harga, walaupun mereka harus mengambil resiko akan menghadapi pengurangan dalam permintaan barang-barang yang diproduksikannya.

3.      Berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya inflasi, inflasi dibagi menjadi dua, yakni:
a)      Inflasi yang berasal dari dalam
Misalnya, inflasi karena defisit anggaran belanja negara. Inflasi ini diatasi dengan mencetak uang baru untuk memenuhi kebutuhan pemerintah.
b)      Inflasi yang berasal dari luar
Inflasi ini karena adanya inflasi di luar negeri yang berpengaruh pada kenaikan harga barang-barang impor.

C.    Akibat-akibat Buruk dari Inflasi

Akibat-akibat buruk dari inflasi dibedakan kepada dua aspek yaitu:
1.      Akibat Buruk Kepada Perekonomian
Akibat buruk kepada perekonomian akan mengacu pada ketiadaan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari inflasi yang serius. Hal tersebut dipengaruhi faktor penting dibawah ini:
a)      Inflasi menggalakkan penanaman modal spekulatif
Pada masa inflasi terdapat kecenderungan diantar pemilik modal untuk menggunakan uangnya dalam investasi yang bersifat spekulatif. Membeli rumah dan tanan dan menyimpan barang yang berharga akan lebih menguntungkan daripada melakukan investasi yang produktif.
b)      Tingkat bunga meningkat dan akan mengurangi investasi
Untuk menghindari kemerosotan nilai modal yang mereka pinjamkam, instuisi keuangan akan menaikkan tingkat bunga keatas pinjaman-pinjaman mereka. Makin tinggi tingkat inflasi, makin tinggi pula tingkat bunga yang mereka tentukan. Tingkat bunga yang tinggi akan mengurangi kegairahan penanam modal untuk mengembangkan sektor-sektor yang produktif.
c)      Inflasi menimbulkan ketidakpastian  keadaan ekonomi di masa depan.
Inflasi akan bertambah cepat jalanya apabila tidak dikendalikan. Pada akhirnya inflasi akan menimbulkan ketidak pastian dan arah perkembangan ekonomi tidak lagi dapat diramalkan dengan baik. Keadaan ini akan mengurangi kegairahan pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.
d)     Menimbulkan masalah neraca pembayaran
Inflasi akan menyebabkan impor berkembang lebih cepat tetapi sebaliknya perkembangan ekspor akan lambat. Disamping itu aliran modal keluar akan lebih banyak daripada yang masuk ke dalam negeri. Berbagai kecenderungan ini akan memperburuk keadaan neraca pembayaran, defisit neraca pembayaran yang serius mungkin berlalu. Hal ini seterusnya akan menimbulkan kemerosotan nilai mata uang.

2.      Akibat Buruk Ke Atas Individu Dan Masyarakat
Akibat buruk ke atas individu dan masyarakat dibedakan kepada tiga aspek seperti yang diterangkan dibawah ini:
a)   Memperburuk distribusi pendapatan.
Dalam masa inflasi nilai harta-harta tetap seperti tanah, rumah, bangunan pabrik dan pertokoan akan mengalami kenaikan harga yang ada kalanya lebih cepat dari kenaikan inflasi itu sendiri. Sebaliknya, penduduk yang tidak mempunyai harta yang meliputi sebahagian besar dari golongan masyarakat yang berpendapatan rendah. Dengan demikian inflasi melebarkan ketidaksamaan distribusi pendapatan.
b)   Pendapatan riil merosot.
Sebahagian tenaga kerja di setiap Negara terdiri dari pekerja-pekerja bergaji tetap. Dalam masa  inflasi biasanya kenaikan harga-harga selalu mendahului kenaikan pendapatan. Dengan demikian inflasi cenderung menimbulkan kemerosotan pendapatan riil sebahagian besar tenaga kerja. Ini berarti kemakmuran masyarakat merosot.
c)   Nilai riil tabungan merosot
Dalam perekonomian biasanya masyarakat menyimpan sebahagian kekayaanya dalam bentuk deposito dan tabungan di institusi keuangan. Nilai riil tabungan tersebut akan merosot sebagai akibat inflasi. Juga pemegang-pemegang uang tunai akan dirugikan karena kemerosotan nilai riilnya.



D.    Keadaan Inflasi di Indonesia
        Berikut laporan aporan Inflasi Berdasarkan Perhitungan Inflasi Tahunan berdasarkan web Bank Indonesia 
Bulan          Tahun    Tingkat Inflasi
November   2012     4.32 %
Oktober      2012     4.61 %
September  2012     4.31 %
Agustus       2012    4.58 %
Juli              2012    4.56 %
Juni             2012    4.53 %
Mei             2012   4.45 %
April           2012    4.50 %
Maret         2012    3.97 %
Februari     2012    3.56 %
Januari       2012     3.65 %

            Berdasarkan tabel data inflasi yang dikutip dari situs web Bank Indonesia diatas, jelas bahwa Inflasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2012 berkisar antara 3.56 % sampai 4.61 %. Kaitannya dalam bahasan sebelumnya mengenai jenis-jenis inflasi berdasarkan parah atau tidaknya, Inflasi di Indonesia masih tergolong pada Inflasi rendah yakni kurang dari 10%. Hal ini dapat kita kaitkan dengan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini mengenai pertumbuhan ekonomi. Beberapa waktu yang lalu terdengar bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara ASEAN. Hal ini tidak mengherankan, karena banyak para investor baik dari dalam maupun luar negeri menanamkan modal usahanya. Hal tersebut akan berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan dan akan memperbaiki pertumbuhan perekonomian dan mengurangi Inflasi.

I.                   PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga barang secara umum dan terus-menerus dalam kurun waktu tertentu dan dalam suatu tempat tertentu. Inflasi dapat dibedakan beberapa jenis. Berdasarkan parah atau tidaknya, Inflasi dapat dibedakan menjadi Inflasi ringan, Inflasi liar, Inflasi berat, dan Inflasi sedang. Berdasarkan faktor yang menimbulkan, inflasi dibedakan menjadi Inflasi Tarikan Permintaan dan Inflasi Desakan Biaya. Sedangkan berdasar asalnya, inflasi dapat dibedakan menjadi Inflasi yang berasal dari dalam dan berasal dari luar.
Akibat-akibat buruk dari inflasi
·         Akibat Buruk Terhadap Perekonomian
1.      Inflasi menggalakkan penanaman modal spekulatif
2.      Tingkat bunga meningkat dan akan mengurangi investasi
3.      Inflasi menimbulkan ketidakpastian mengenai keadaan ekonomi di masa depan.
4.      Menimbulkan masalah neraca pembayaran
·         Akibat Buruk ke Individu dan Masyarakat
1.      Mmemperburuk distribusi pendapatan.
2.      Pendapatan riil merosot.
3.      Nilai riil tabungan merosot
Berdasarkan dara dari situs Bang Indonesia, keadaan Inflasi di Indonesia tergolong pada inflasi ringan yakni kurang dari 10%.
B.     Saran
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis menyarankan kepada para pembaca untuk melakukan penelitian lanjut dengan pendekatan yang lebih mendalam terhadap apa yang telah dipaparkan diatas.

DAFTAR PUSTAKA

Data Inflasi Bank Sentral Republik Indonsia tahun 2012. http://www.bi.go.id .
diakses tanggal 14 Desember 2012.

Subagyo, Yayan. 2008. Tingkat Inflasi. Institut Sains & Teknologi Akprind,
Yogyakarta.

Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Makroekonomi. Raja Grafindo
Persada. Jakarta.


Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger