Home » , , » Tugas Struktur Jati Diri UNSOED / Manajemen Diri Mahasiswa

Tugas Struktur Jati Diri UNSOED / Manajemen Diri Mahasiswa

Written By Arifin Budi Purnomo on Rabu, 19 Desember 2012 | 09.18.00

MANAJEMEN DIRI MAHASISWA



Kelompok 2

1.     Heru Setiawan                           (A1C012019)
2.     Arif Sudibyo Permadi               (A1C012023)
3.     Arifin Budi Purnomo                (A1C012025)
4.     Sarisetyoriyani Saraswati         (A1C012031)
5.     Ali Hasan                                    (A1C012033) 


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
2012



Halaman Pengesahan

Tema             :  Pengelolaan Diri
Judul              :  Manajemen Diri Mahasiswa
Penyusun       :  Kelompok 2
1.             Heru Setiawan                                     (A1C012019)
2.             Arif Sudibyo Permadi                          (A1C012023)
3.             Arifin Budi Purnomo                            (A1C012025)
4.             Sarisetyoriyani Saraswati                     (A1C012031)
5.             Ali Hasan                                            (A1C012033)
Pembimbing    :  Ir. H. Kasan Kohari, MSP.


                                                                                 Purwokerto, 10 November 2012
        Pembimbing                                                                                      Penyusun


Ir. H. Kasan Kohari, MSP.                                                                    Ketua Penyusun





I.     PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manajemen diri (self management) saat ini merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang kita lakukan, sehingga membantu diri menghindari hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar. Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para mahasiswa dalam memanajemen diri.
B.     Tujuan
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mempelajari pengertian tentang manajemen diri
2.      Mempelajari pentingnya manajemen diri
3.      Mengetahui jenis dan fungsi manajemen diri

C.    Kegunaan
Berdasarkan tujuan makalah di atas tersebut, maka manfaat atau kegunaan yang diharapkan :
1.      Mengetahui pengertian tentang manajemen diri di kalangan mahasiswa.
2.      Mengetahui kegunaan dan pentingnya manajemen diri bagi mahasiswa.
3.      Menerapkan cara manajemen diri yang baik di lingkungan perkuliahan dan masyarakat


II. METODOLOGI

A.                Teknis Penyusunan
Mengkaji masalah tentang pengelolaan diri di kalangan mahasiswa pada dasarnya bukanlah persoalan yang mudah, maka dari itu di butuhkan pengetahuan yang mendalam mengenai pembelajaran pengelolaan diri di kalangan mahasiswa. Hal tersebut akan di paparkan dalam teknis penyusunan sebagai berikut :
1.      Telaah  Pustaka
Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner : manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya darianggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengertian manajemen menurut Mary Parker Follet : manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
2.      Diskusi Kelompok
Berdasarkan berbagai kajian teoritis di atas maka dapat dirumuskan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut :
a.  Mahasiswa mampu memanajemen dirinya sebagai anak kost.
b. Mahasiswa mampu menempatkan dirinya di tengah masyarakat.
c. Mahasiswa mengerti akan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.
B.   Analisis Data

Pengertian pengelolaan diri yang dimaksud adalah suatu penataan setiap individu dalam mengurangi kehidupan sepanjang hayatnya. Kegiatan pengelolaan diri belum banyak dilakukan oleh setiap individu, termasuk mahasiswa. Kebanyakan orang menganggap bahwa kehidupan tidak perlu dikelola dengan khusus, karena kehidupan tersebut akan jalan dengan sendirinya. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana menjadikan perbuatan yang akan diperbuat lebih baik dari sebelumnya.



III. HASIL & PEMBAHASAN

A.    Manajemen Diri
Manajemen diri adalah orang yang mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Sedangkan kemampuan untuk mengurus diri sendiri itu dilihat dari kemampuan untuk mengurus wilayah diri yang paling bermasalah. Dan yang paling biasa bermasalah dalam diri itu adalah hati. Oleh karena itu kita harus bisa memanajemen hati.
Setiap orang mempunyai tujuan hidup. Tujuan hidup setiap orang berbeda-beda. Karena mereka memiliki pemikiran yang berbeda, dan juga keinginan yang berbeda dalam kehidupannya. Ada yang sangat berambisi, biasa saja, dan ada pula yang hanya menjalani apa yang sudah tuhan takdirkan. Tidak mudah menjalani tujuan hidup yang sudah kita rencanakan, karena terkadang rencana yang sudah kita ingin jalankan terbentur oleh kenyataan yang ada. Karena kita tidak mempunyai kuasa apapapun untuk dapat menentukan apakah tujuan yang sudah kita tentukan itu dapat berjalan dengan baik ataukah malah sebaliknya.
Kita harus mampu konsisten dengan apa yang sudah kita rencanakan. Dan kita sudah memikirkan baik dan buruknya terlebih dahulu. Merencanakan tujuan hidup yang baik dengan cara manajemen diri.
Perubahan dalam diri seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri atau dengan bantuan orang lain, tapi tetap saja faktor utama adalah pribadi orang itu sendiri dan faktor  pendukungnya adalah orang lain.Untuk membuat diri sendiri berubah menjadi yang lebih baik sebaiknya seseorang harus mempunyai komitmen pada diri sendiri. Mengkomitmenkan diri sendiri juga sangat tidak mudah banyak sekali godaan-godaan dari luar.

            Oleh karena itu dalam diri sesorang diperlukan pengelolaan dalam diri sendiri. Karena memang perbahan dalam diri sendiri diperlukan agar suatu saat kita semua dapat merubah orang lain. Kita tidak dapat meminta seseorang memperbaiki diri jika diri kita sendiri tidak mau berubah. Perubahan dalam diri sendiri dapat kita dengan beberapa cara, antaranya yaitu :
1.Mengenali diri sendiri terlebih dahulu agar lebih mudah dalam merubah apa yang ingin kita rubah dalam diri kita.
2.Minta bantuan kepada orang lain yang bisa membantu agar lebih mudah kita melakukan perbahan.
3.Mempunyai komitmen yang besar pada diri sendiri. Jangan setengah-setangah,agar benar-benar dapat berjalan dengan baik perubahan itu.
4.Melakukan perubahan atas kemauan sendiri. Karena semua itu untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain. Pengaruh perubahan itu memang akan mempengaruhi diri orang lain.
Dari semua yang disebutkan diatas sebenarnya hanya satu faktor yang paling penting yaitu komitmen pada diri kita sendiri untuk melakukan perubahan tersebut. Karena jika kita mempunyai komitmen yang besar pada diri kita akan mudah sekali perubahan itu dapat terjadi. Memang sangat besar pengaruh lingkungan dalam perubahan diri sendiri.
Tanpa kita sadari bahwa lingkungan terkadang membawa dampak positif atau negatif, karena lingkungan yang baik itu akan menjadi faktor yang sangat mendukung dalam perubahan diri untuk menjadi yang lebih baik. Karena bagaimanapun yang mampu untuk mengelola diri kita sendiri adalah jiwa kita bukan jiwa orang lain, tetapi dukungan dari oarang lain akan jadi salah satu faktor pendukung. Jika kita ingin melakukan perubahan sebaiknya kita melakukannya di lingkungan yang benar-benar mendukung perubahan tersebut. 
B.     Manajemen Pikiran

Manajemen pikiran adalah Konon, pikiran kita itu memproduksi 60.000 –an percikan pemikiran (thought ) dalam setiap harinya. Jumlah yang sebanyak itu tentu ada yang melawan dan ada yang mendukung. Untuk itu, supaya bisa mendukung, maka dibutuhkan manajemen.
Mahasiswa yang mampu memanajemen pikiran dengan baik akan mampu mengatasi berbagai persoalan yang ia hadapi. Hal ini berhubungan dengan kinerja otak yang merupakan sentral pengatur kegiatan atau aktivitas. Dari situlah dapat dimengerti bahwa untuk mengatur pikiran kita, kita harus mensetting otak kita. Dalam proses pengelolaan pikiran dapat dilakukan dengan melakukan beribadah, meditasi, kegiatan olahraga, sedikit hiburan, atau bahkan game. Tak terkecuali perasaan senang dalam melakukan aktivitas akan membuat otak dan pikiran menjadi fresh.
C.    Manajemen Waktu

Waktu adalah hal yang unik kita hidup didalamnya tapi kita tidak dapat merabanya, tidak bisa melihatnya. Waktu adalah sumber pendapatan yang tidak dapat diganti, tidak dapat disimpan. Kita tidak mungkin mendapatkan waktu yang kita butuhkan meskipun mengeluarkan biaya.
Sebelum membahas lebih jauh tentang manajemen waktu, kita perlu memahami dua pengertian tentang waktu, yaitu sebagai kronos dan kairos. Kronos adalah waktu-waktu yang kita jalani, misalnya Senin, Selasa, sehari, sebulan,setahun. Seringkali kita menggunakannya pada istilah kronologis. Sedangkan kairos adalah waktu yang bermakna bagi kita.
Manajemen waktu bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kampus maupun sosial masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Pengelolaan waktu antara kampus yang terdiri dari kegiatan akademik dan non akademik. Bukan hanya itu, mahasiswa juga dituntut untuk aktif di masyarakat. Untuk menanggapi berbagai masalah diatas ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:
1.      Buat daftar kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu
2.      Buat daftar kegiatan yang belum bisa dilaksanakan
3.      Tidak menunda-nunda kegiatan sedikitpun
4.      Komitmen untuk menyelesaikan kegiatan.
Dengan memperhatikan point-point penting diatas, maka dapat dijadikan sebagai solusi dalam memanajemen waktu seorang mahasiswa.
 
D. Manajemen Hati
Bagaimana Mengasah Ketajaman Konsentrasi?. Seperti yang sudah kita bahas, bahwa penyebab menurunnya konsentrasi itu begitu banyak. Namun begitu, jika kita merasa apa yang sudah kita bahas itu relevan dengan masalah yang kita hadapi, mungkin kita bisa melakukan latihan (drill) di bawah ini: 
1. Perjelas target Anda
Target di sini banyak kegunaannya. Selain akan menjadi bimbingan, ia pun bisa mendinamiskan hidup. Dikatakan bimbingan karena kita tidak bisa menyuruhkan pikiran ini berkonsentrasi kalau tidak ada sasarannya. Target adalah sasaran untuk dipikirkan oleh pikiran kita. Pikiran yang kita gunakan untuk memikirkan sasarandemi sasaran akan membuat hidup dinamis. Orang yang hidupnya dinamis dengan target-target yang dimiliki akan jauh dari gangguan dan kekosongan emosi. Jadi, beritugas pada pikiran untuk memikirkan sasaran, program atau target yang anda buat.
2. Lakukan dan libatkan
Tentu tidak cukup dengan hanya membuat program atau target di atas kertas. Agar target itu benar-benar bermanfaat dalam membimbing dan mendinamiskan, juga dibutuhkan disiplin diri dalam menjalankannya. Lakukan sesuatu yang dapat mendekatkan anda dengan target yang Anda buat. Selain melakukan sesuatu, hal yang terpenting di sini adalah melibatkan diri pada lingkungan yang pas dengan kita (environment system). Temukan orang lain yang kira-kira bisa membuat Anda selalu “connect ” dengan program atau target Anda. Temukan lingkungan yang sejiwa dengan Anda. KalauAnda punya target ingin jago di IT, misalnya, tetapi Anda tidak mengenal orang IT, tidak masuk komunitas IT, jauh dari masyarakat IT, ya tentu saja konsentrasi Anda kurang mendapat dukungan. Pedagang ber-komunitas dengan pedagang. Olahragawan atau seniman ber-komunitas dengan orang-orang yang sejiwa dengan mereka. Anda pun perlu mencontoh begitu. 
3. Sering-sering berkomunikasi dengan diri sendiri
Dalam konteks ini misalnya menyepi (bukan menyendiri). Menyepi di sini maksudnya Anda memberi ruang dan kesempatan untuk diri sendiri supaya berbicara dengan dirisendiri, self-dialog , self-talk , meditasi, evaluasi, koreksi, refleksi, dan lain-lain. Ini berarti kita tidak perlu ke gunung untuk menyepi. Menyepi dalam pengertian yang luas bisa kita lakukan di tengah keramaian, misalnya di kampus, di kendaraan umum,di perpustakaan, dan lain-lain.Yang penting esensinya di sini adalah kita “ingat” pada diri kita, memikirkan diri kita, memikirkan target kita, memikiran apa yang sudah kita lakukan. Banyak orang yang hampir tidak pernah memikirkan dirinya dalam arti yang positif. Dari pagi sampai malam yang dipikirin orang lain, ingat orang lain, ngobrol ke sana ke mari tentang orang lain, dan seterusnya. Mestinya yang bagus adalah seimbang.
4. Ciptakan sarana (mean)
Ini bisa dilakukan dengan membuat tulisan, catatan, gambar atau apa saja yang memudahkan kita mengingat dan melihat target, program atau bidang-bidang yang penting menurut kita. Ini bisa kita taruh di buku, di meja, di HP, di komputer, dan lain-lain. Artinya, ciptakan sarana yang membuat pikiran ini mudah melihat dan mengingat. Temukan acara teve atau radio yang mendukung agenda. Baca buku atau koran atau majalah yang mendukung. Temui orang yang bisa diajak ngobrol tentang apa yang kita pikirkan. 
5. Tingkatkan kepedulian
Peduli terhadap diri sendiri berbeda pengertiannya dengan mementingkan diri sendiri. Peduli di sini artinya kita berperan seoptimal mungkin berdasarkan status kita. Mahasiswa yang peduli adalah mahasiswa yang berusaha berperan seoptimal mungkin sebagai pelajar seperti belajar, berorganisasi, demo secara positif,  bergaul yang baik, mau menghormati guru / dosen, dan sebagainya.




IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A.      Kesimpulan
Manajemen diri sangat diperlukan baik bagi mereka yang bekerja dan berada dilingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak  baik dan di saat yang sama meningkatkan perbuatan yang baik dan benar. Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang diucapkan dan diperbuat sama dan sejalan dengan apayang dipikirkan. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri. Kesuksesan dapat dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memanaj dirinyasendiri. Karena setelah dapat memenaj diri sendiri pasti orang itu akan dapat memimpin.

B.     Saran       
Sebagai mahasiswa kita harus pandai-pandai dalam memanajemen diri kita. Menerapkan manajemen diri dengan baik dalam kehidupan sehari-hari akan membuat kehidupan kita berjalan dengan baik dan teratur.





V. DAFTAR PUSTAKA

Adjisoedarmo,Soedito, dkk.2012. Jatidiri Unsoed.Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
Arsendatama,“Manajemen Diri–Mengatur Waktu untuk Mencapai Produktifitas ”http://www.pengembangandiri.com/articles/26/1/Manajemen-Diri--Mengatur-Waktu-untuk-Mencapai-Produktifitas/Page1.html
S. K. ,Purwanto. Artiningrum, Primi. Srijanti (Tim Penulis), Etika “Membangun Sikap Profesionalisme Sarjana”. Edisi kedua,2007.
Mardiyansyah,Acha. ”manajemen pikiran” http://www.cerita.acha.web.id/2007/02/03/manajemen- pikiran/, february 23, 2007





Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger