Home » , » Cerita Motivasi / Cerita Mengharukan dari Seekor Tikus

Cerita Motivasi / Cerita Mengharukan dari Seekor Tikus

Written By Arifin Budi Purnomo on Minggu, 27 Januari 2013 | 08.10.00

Assalamu’aliakum wr wb.
Sahabaku yang budiman,

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, saya akan mencoba membacakan (tapi g bneran hehe) sebuah cerita yang mungkin dapat memberikan pencerahan dalam kita melangkah menaungi sebuah samudera kehidupan. Kisah tersebut berjudul Cerita Dari Seekor Tikus. Cerita fiktiv yang penuh moralatau pelajaran kepada kita.

Langsung saja ya.. kita menuju ke TKP (tek teretek..)


Cerita Dari Seekor Tikus

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam,
"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,
"Ada perangkap tikus di rumah!....di rumah sekarang ada perangkap tikus!...."
Ia mendatangi ayam dan berteriak,
"Ada perangkap tikus!"
Sang Ayam berkata,
"Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata,
"Ada perangkap tikus!"
"Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan."
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
" Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular.
"Ada perangkap tikus!"
Sang ular berkata,
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya(kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Sahabatku yang berbahagia,

Dari cerita kecil diatas terdapat suatu pelajaran penting yang mungkin dapat kita bandingkan dalam kehiddupan ini. Bukan pada pelajaran “Jangan memasang perangkap tikus” hlo… Bukan masalah itu sobat, melainkan bagaimana kita menjalani kehidupan dengan saling memberikan perhatian.
Contoh saja cerita diatas, ibarat orang, mereka semua tidak peduli dengan kehidupan orang lain yang sedang mendapatkan masalah kehidupan. Mereka sibuk dengan urusan dirinya sendiri. Sedangkan seseorang yang sedang bersedih dibiarkan saja menghadapi kesulitan hidupnya. Namun apa yang terjadi, sepertinya Tuhan menakdirkan pada mereka yang tidak memberikan perhatian pada sekitar dengan menjadikan musibah menimpa mereka. Musibah yang berawal dari sebuah ketidakperdulian pada orang sekitar. Andai saja mereka semua bekerja sama untuk membantu permasalahan mungkin saja takdir bisa berkata lain, dan tidak akan terjadi peristiwa yang mencelakakan diri pribadi sendiri.
Mungkin sedikit yang dapat saya sampaikan. Semoga cerita kecil diatas mampu membangunkan diri kita untuk tersadar dari kebiasaan lama, Keegoisan Pribadi. Sehingga kedepannya kita mampu berubah dan memberi perubahan baik bagi kehidupan sekitar.

Satu untaian kata penutup pada kesempatan kali ini:
”Be a  Produktiv, Tiada hari yang tersisa melainkan untuk memperbaiki kualitas diri dan mendekatkan pada Allah SWT”

Saya Arifin Budi Purnomo pamit undur diri

Assalamu’alaikum Wr Wb




Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger