Home » , » Kepribadian Seorang Muslim

Kepribadian Seorang Muslim

Written By Arifin Budi Purnomo on Selasa, 22 Januari 2013 | 22.46.00

By Arifin Budi Purnomo
Assalamu'alaikum wr wb
Sahabat yang berbahagia,

Bicara mengenai pribadi seorang muslim tentunya tidak akan lepas dari “akhlaqul karimah” atau akhlaq yang terpuji. Akhlaq terpuji yang dimaksud adalah aklhlaq yang senantiasa di bimbing oleh ajaran Islam yakni Al qur’an. Al qur’an lah yang membimbing seseorang muslim untuk menjadi seorang yang beraklaq baik. Seperti salah satu sabda Nabi SAW yakni “ Allah tidak mengutus Nabi (Muhammad SAW) melainkan untuk memperbaiki Akhlaq”. 

          Dalam kehidupan sehari-hari, untuk mewujudkan pribadi yang muslim sepertinya kita akan mempunyai dua kewajiban yang harus kita sikapi. Kewajiban yang pertama adalah “Hablum minallah” atau juga disebut dengan menjalin hubungan dengan Allah. Sedangkan kewajiban kita yang kedua adalah “Hablum minannas” atau yang disebut dengan menjalin hubungan dengan manusia.

          “Hablum minannas” dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali dihadapkan dengan bagaimana kita menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Menjalin hubungan yang baik tersebut tidak hanya kita lakukan sesama dengan orang muslim saja. Namun kita juga harus menjalin hubungan baik sesama umat beragama lain selagi mereka tidak menimbulkan bahaya bagi agama islam.

          Salah satu sifat dalam menjaga hubungan baik dengan orang lain adalah dengan menetapi janji yang kita ucapkan. Sebagai contoh adalah ketika kita berjanji untuk membayar sebuah hutang baik kepada orang muslim maupun bukan, kita harus tetap membayarnya.

Seperti kisah Rosullullah SAW yang mana suatu ketika datanglah seorang Yahudi kepada Rosulullah. Tiba-tiba dengan nada yang agak marah ia langsung mendekati Rosulullah dan memegang kerah bajunya keatas dengan keras. Seorang Yahudi itu berkata “Hai Muhammad kapan kau akan membayar hutangku?” Tanya Yahudi itu dengan garang. Melihat kejadian tersebut, salah satu sahabat sepertinya tidak terima melihat seorang utusan Allah diperlakukan seperti itu. Maka datanglah sahabat Umar yang siap menghempaskan pedangnya pada Yahudi tersebut. Namun dengan sebuah isyarat lirikan mata, Rosulullah melarang sahabat Umar untuk melakukan hal itu. Maka sahabta pun memahabi bahwa ia tidak berhak mencampuri urusan Rosulullah. Kemudian Rosulullah SAW bersabda “Aku memang mempunyai hutang kepada orang Yahudi ini 4 sok kurma, dan itu sudah aku siapkan di rumah, namun belum dating temponya untuk aku membayarkanya”. Selanjutnya Rosulullah SAW, memerintahkan kepada sahabat untuk mengambilkan 5 sok kurma dan membawakan kepada Yahudi tersebut. Empat sok kurma untuk pembayaran hutang dan 1 soknya untuk imbalan dari penagihan hutang.

Dari cerita diatas, jelas bahwa menepati janji baik sesama muslim maupun bukan merupakan salah satu ciri pribadi seorang muslim. Bagaimana tidak, Rosulullah SAW saja begitu menjaga hubungan baik dengan orang yahudi tersebut. Dengan sikap yang lembut ia membiarkan diperlakukan secara kasar oleh orang yahudi itu dan tidak memperkenankan sahabat Umar untuk menebaskan pedang padanya. Bukan hanya itu, Rosulullah juga memberikan kelebihan pembayaran hutang kepada yahudi tersebut sebagai tanda terimakasih padanya.

Sekian sedikit yang dapat saya sampaikan pada sahabat yang budiman. Semoga dapat menjadikanya sebagai bahan renungan untuk kita agar menjadi pribadi muslim yang seutuhnya

Assalamu’alaikum wr wb
Sampai jumpa di post selanjutnya :D
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger