Home » , , » Laporan Praktikum Biologi / Reproduksi Tumbuhan

Laporan Praktikum Biologi / Reproduksi Tumbuhan

Written By Arifin Budi Purnomo on Kamis, 24 Januari 2013 | 16.08.00


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
REPRODUKSI TUMBUHAN






Nama           :       
NIM              :      
Prodi            :      
Rombongan :      





KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2012





I. PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Makhluk hidup dibekali kemampuan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk dapat mempertahankan jenisnya yaitu dengan melakukan reproduksi. Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tidak mempunyai alat gerak aktif. Perlu adanya alat bantu dalam proses reproduksi untuk menghasilkan keturunan. Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksualpada tumbuhan berbunga. Organ reproduksi (benang sari dan putik) terdapat pada bunga.

Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji. Morfologi dari suatu bunga dapat menjadi dasar bagi klasifikasi tanaman. Tanaman yang memiliki system kekerabatan dekat umumnya memiliki ciri atau morfologi bunga yang hampir sama. Contohnya untuk tanaman dari keluarga papilonaceae memiliki ciri khas bunga berbentuk terompet.

Pengetahuan tentang morfologi bunga dapat mempermudah kita dalam menentukan metode pemuliaan yang dapat diterapkan serta dapat menentukan jenis penyerbukannya.. Proses penting dalam daur hidup suatu tanaman adalah penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan (pollination) merupakan peristiwa melekatnya serbuk sari ke kepala putik. Penyerbukan merupakan tahap awal dari terbentuknya individu atau tanaman baru. Penyerbukan dapat terjadi secara alami dengan bantuan angin, air, manusia, serangga atau hewan lainnya dan lain-lain.

B. Tujuan

1. Mempelajari struktur bunga

2. Mempelajari tipe persilangan dari tanaman


II. TINJAUAN PUSTAKA

Bunga merupakan alat bantu dalam perkembang biakan secara seksual dan merupakan bagian dari tanaman. Bunga menjadikan tanaman tetap berkembang biak menjadi berbagai macam bentuk dengan jenis atau spesies yang berbeda-beda. Bunga merupakan organ atau bagian terpenting dari tumbuhan agar selalu dapat berkembang biak. Bunga merupakan salah satu alat perkembangbiakan generatif tanaman yang melibatkan organ tanaman sebagai alat penyerbukan (Sunarto,1997).

Bunga (flos) dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang pendek yang berdaun dan telah mengalami perubahan bentuk. Tempat melekatnya daun pada batang disebut nodus sedangkan jarak antar daun yang satu dengan yang lain disebut internodus. Daun mempunyai bagian-bagian yang utama antara lain : mahkota (corola), kelopak (calyx), benang sari (stamen) serta putik (pistillum). Suatu bunga tersusun atas rangkaian bagian-bagian yang bertumpuk. Kelopak merupakan rangkaian pertama yang terletak paling bawah dan biasanya berwarna hijau. Di bagian atasnya merupakan berupa mahkota yang tampak lebih halus, lebih besar, dan lebih indah warnanya. Rangkaian yang ketiga berupa benang sari yang biasanya masih menggulung. Rangkaian yang keempat yang terletak paling atas berlekatan menjadi satu adalah putik (Darjanto, 1990).

Menurut Darjanto (1990) dari penelitian lebih lanjut menunjukan bahwa :

1. Bunga dapat terletak di ujung batang atau cabang dan ketiak daun, yang letaknya sama dengan tempat tunas yang akantumbuh menjadicabang.

2. Bagian-bagian bunga (kelopak, tajuk, benang sari, putik) kadang-kadang dapat menyerupai daun biasa dengan perbedaan sedikit sampai besar sekali.

3. Pada ketiak daun kelopak atau daun tajuk kadang-kadang dapatmembentuk sebuah kuncup.

4. Kadang-kadang bunga dapat membentuk biasa yang berdaun.

Penyerbukan adalah proses perpindahan tepung sari atau kepala sari ke kepala putik. Apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga atau bunga lain pada satu tanaman, maka disebut dengan penyerbukan sendiri (self pollination). Bila serbuk sari berasal dari bunga tanamn lain disebut dengan penyerbukan silang (cross pollination). Baik tanaman yang menyerbuk sendiri maupun tanaman yang menyerbuk silang memiliki kemungking yang sama untuk terjadinnya penyerbukan yang berkebalikan. Tanamna yang menyerbuk silang memiliki kemungkinan terjadinnya penyerbukan sendiri sebesar 5 %. Begitu juga tanaman yang menyerbuk sendiri memiliki peluang terjadinya penyerbukan silang sebesar 5 %. Terjadinnya penyerbukan silang akan meningkatkan keragaman sifat dan genotip dari tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri akan meningkatkan kehomogenitasan dari suatu tanaman (Sunarto, 1997).

Beberapa bunga memiliki ciri morfologi khusus pada tiap spesiesnya yang mengakibatkan perbedaan proses penyerbukan. Secara umum proses penyerbukan pada tanaman dipengaruhi oleh beberapa proses sebagai berikut:

1.      Penyerbukan tertutup atau kleistogami (cleistogamie) yaitu proses penyerbukan bunga yang terjadi ketika bunga masih kuncup. Proses penyerbukan biasanya berupa autogamie.

2. Penyerbukan terbuka atau kasmogami (chasmogamie) yaitu proses penyerbukan bunga yang terjadi ketika bunga telah mekar. Proses penyerbukan ini dapat meyebabkan tanaman melakukan autogamie, geitonogamie, allogamie, dan xenogamie.

3. Diogamie (dichogamie) merupakan proses masaknya putik dan serbuk sari secara tidak bersamaan.

4. Herkogami (herkogamie) bunga dimana letak kepala sari dan putik saling berjauhan sehingga sulit mengalami penyerbukan sendiri

5. Heterostili (heterostylie) merupakan bunga yang memiliki panjang putik dan benang sari berbeda-beda.

6. Anemofili (anemophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh angin.

7. Entomofili (enthomophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh serangga.

8. Ornitofili (ornithophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh burung.

9. Kiropterofili (chiropterophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh kelelawar. (Darjanto, 1990)



III. METODE PRAKTIKUM

A. Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum biologi bunga kali ini adala Bunga Padi (Oryza Sativa), Bunga Anggrek (Dendrobium sp.), Bunga Cabai (Capsicum annum), Bunga Pepaya jantan (Carica papaya), Bunga Pepaya betina (Carica papaya), Bunga Pepaya hemafrodit (Carica papaya), Bunga Kelapa jantan (Cocos nucifera), Bunga Kelapa betina (Cocos nucifera), Bunga Jagung jantan (Zea mays), Bunga Jagung betina (Zea mays) dan Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

B. Alat

Alat yang digunakan dalam praktikum acara biologi bunga kali ini adalah luv, alat tulis, lembar pengamatan dan alat gambar.

C. Prosedur Kerja

1. Morfologi bunga diamati dari masing-masing jenis tanaman. Jika terlalu kecil dapat menggunakan bantuan luv untuk mengamati bagian-bagian bunga.

2. Bunga digambar sesuai dengan aslinya, dilengkapi keterangan bagian-bagian bunga, tipe bunga dan tipe penyerbukannya.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1

Preparat : Bunga Kelapa jantan (Cocos nucifera)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Benang sari
3. Kotak sari
Tipe bunga : bunga tidak sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk silang

2

Preparat : Bunga Kelapa betina (Cocos nucifera)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Kelopak bunga
3. Kepala putik
4. Bakal buah
Tipe bunga : bunga tidak sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk silang

3

Preparat : Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Keterangan gambar :
1. Tangkai bunga
2. Kelopak bunga
3. Mahkota bunga
4. Putik
5. Benang sari
Tipe bunga : bunga lengkap
bunga sempurna
Tipe penyerbukan : menyerbuk sendiri

4

Preparat : Bunga Padi (Oryza Sativa)
Keterangan gambar :
1. Lemma
2. Palea
3. Tangkai sari
4. Kotak sari
5. Kepala putik
6. Tangkai putik
Tipe bunga : bunga sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk sendiri

5

Preparat : Bunga Cabai (Capsicum annum)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Kelopak bunga
3. Tangkai sari
4. Benang sari
5. Kepala putik
6. Tangkai bunga
Tipe bunga : bunga sempurna
bunga lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk sendiri

6

Preparat : Bunga Jagung jantan (Zea mays)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Kotak Sari
Tipe bunga : bunga tidak sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk silang

7

Preparat : Bunga Jagung betina (Zea mays)
Keterangan gambar :
1. Tangkai Putik
2. Bakal biji
3. Kelobot
Tipe bunga : bunga tidak sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk silang

8

Preparat : Bunga Anggrek (Dendrobium sp)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Benang sari
3. Kepala sari
4. Putik
5. Tangkai bunga
Tipe bunga : bunga sempurna
bunga lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk sendiri

9

Preparat : Bunga Pepaya hemaprodit (Carica papaya)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Kelopak bunga
3. Benang sari
4. Kepala putik
5. Tangkai bunga
6. Bakal buah
Tipe bunga : bunga sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk sendiri

10

Preparat : Bunga Pepaya jantan (Carica papaya)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Kelopak bunga
3. Benang sari
4. Tangkai bunga
Tipe bunga : bunga tidak sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk silang

11

Preparat : Bunga Pepaya betina (Carica papaya)
Keterangan gambar :
1. Mahkota bunga
2. Kelopak bunga
3. Kepala putik
4. Tangkai bunga
5. Bakal buah
Tipe bunga : bunga tidak sempurna
bunga tidak lengkap
Tipe penyerbukan : menyerbuk silang

B. Pembahasan

Bunga merupakan sistem pucuk yang termodifikasi. Bunga pada dasarnya adalah bagian dari tunas. Tunas atau kuncup ada dua macam yakni kuncup yang nantinya menjadi batang dan tunas yang dalam perkembangannya menjadi bunga. Tunas yang merupakan bakal bunga disebut alabastrum atau gemma florifera. Tunas yang mengalami perubahan menjadi bunga pertumbuhan batangnya akan terhanti dan akan termodifikasi menjadi tangkai dan dasar bunga. Sedangkan daun yang ada di bagian atasnya sebagian ada yang masih tetap bersifat seperti daun hanya bentuk dan warnanya berubah. Akibat dari terhentinya pertumbuhan batang maka ruas-ruas menjadi pendek. Oleh karena itu, bagian bunga yang merupakan metamorfosis daun tampak bagian-bagiannya saling bertumpuk dan sangat rapat. Kadang-kadang tampak tersusun dalam lingkaran-lingkaran (Tjitrosoepomo, 1999).

Bunga merupakan organ yang penting bagi tanaman terutama untuk proses perkembangbiakan secara seksual. Komponen dasar dari suatu bunga adalah kelopak, tajuk atau mahkota bunga, benang sari dan putik (Darjanto, 1990). Bunga dapat diklasifikasikan berdasarkan kelengkapan bagian utama bunga menjadi dua macam yaitu :

1. Bunga lengkap (complete flower)

Bunga yang bagian – bagiannya (organnya) lengkap atau memiliki semua bagian utama bunga yaitu dasar bunga (reseptacle), kelopak bunga (sepal), mahkota bunga (petal/corolla), alat kelamin jantan (stamen) dan alat kelamin betina (pistil).

2. Bunga tidak lengkap (incomplete flower)

Bunga yang tidak mempunyai salah satu bagian utama bunga.

Klasifikasi bunga ditinjau dari kelengkapan organ kelamin bunga dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Bunga sempurna (perfect flower)

Apabila dalam satu bunga terdapat organ jantan (stamen) dan organ betina (pistil) disebut bunga sempurna. Bunga tersebut disebut juga bunga hemafrodit.

2. Bunga tidak sempurna (imperfect flower)

Apabila dalam satu bunga hanya terdapat salah satu alat kelamin saja maka bunga itu disebut bunga tidak sempurna. Bunga yang memiliki organ kelamin jantan (stamen) saja disebut bunga jantan (staminate flower), sedangkan bunga yang hanya memiliki organ kelamin betina (pistil) saja disebut bunga betina (pistilate flower).

Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum biologi bunga yang tergolong sebagai bunga lengkap yaitu bunga cabai, sepatu dan bunga anggrek. Sedangkan bunga pepaya, jagung, padi dan kelapa termasuk bunga tidak lengkap. Ditinjau dari alat kelamin bunga didapat bahwa bunga sepatu, anggrek, padi, cabai dan bunga pepaya hemafrodit termasuk bunga sempurna. Bunga pepaya (jantan dan betina), bunga kelapa (jantan dan betina) dan bunga jagung (jantan dan betina) tergolong bunga tidak sempurna.

Penjelasan mengenai tiap bunga akan dijelaskan pada keterangan di bawah ini.

1. Bunga Kelapa (Cocos nucifera)

Bunga kelapa berbentuk sebuah karangan yang mulai tersusun berturut-turut tumbuh keluar dari ketiak daun. Karangan bunga itu diselubungi oleh kulit mangar yang bagian luarnya disebut mancung (sphata). Ukurannya antara 80-90 cm dan jumlahnya bisa mencapai 30-40 cabang (Soedijanto, 1981). Pada pangkal cabang terletak bunga betina dan disusul bunga jantan ke arah ujung cabang. Bunga jantan maupun bunga betina melekat pada cabang (duduk) tanpa ada tangkai bunga. Pada tiap cabang terdpat 1-2 kuntum bunga betina. Tetapi jumlah bunga jantan banyak sekali yaitu sampai 200 kuntum. Bunga jantan yang telah masak adalah 3 daun kelopak yang pendek, 3 helai daun mahkota yang panjang, 6 benang sari, 1 putik yang rudimeter dimana kepala putiknya bersirip 3. Pada pangkal cabang terletak bunga betina dan disusul bunga-bunga jantan ke arah ujung cabang. Mancung akan pecah dulu sebelum bunga membuka selama 2 hari setelah mancung membuka, bunga jantan berangsur-angsur menjadi masak dan membuka. Ini dimulai dari bunga jantan yang berada di bagian ujung cabang manggar dan berangsur-angsur menuju ke pangkalnya. Sesudah itu baru disusul mekarnya bunga betina dalam manggar secara berangsur-angsur. Saat masak bunga betina dan bunga jantan dalam satu manggar tidak bersamaan (protandrie artinya dalam satu karangan bunga, bunga jantan masak dulu daripada bunga betina). Oleh karena itu, penyerbukan bunga betina tidak berasal dari 1 manggar yang sama.

2. Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Bunga sepatu ini dapat menyerbuk sendiri karena posisi putik dan benang sarinya. Bunga ini memiliki tugu yaitu merupakan modifikasi dari mahkota bunga. Bunga sepatu ini juga termasuk bunga sempurna dan lengkap karena memiliki mahkota bunga, benang sari, putik dan kelopak.

3. Bunga Padi (Oryza Sativa)

Secara keseluruhan bunga padi disebut malai. Tiap unit bunga pada malai dinamakan spikelet yang pada hakekatnya adalah bunga yang terdiri dari tangkai, bakal buah, lemma, palea, putik dan benang sari serta beberapa organ lainnya yang bersifat inferior (Hardjoridomo, 1982). Organ vegetatif padi terdiri dari malai, bunga, dan buah padi (gabah). Malai terdiri dari 8-10 buku yang menghasilkan cabang-cabang primer.

Bunga padi berkelamin 2 dan mempunyai 6 buah benang sari dengan tangkai sari pendek dan 2 kandung serbuk di kepala sari. Bunga padi mempunyai 2 tangkai putik dengan 2 buah kepala putik yang berwarna putih ungu, sekam mahkota ada 2 yaitu palea dan lemma (Suparyono, 1997). Di dalam kedua daun mahkota palea dan lemma itu terdapat bagian dalam dari bunga padi dan bagian-bagian dalam bunga padi terdiri dari : bakal buah (biasanya disebut karyiopsis). Tangkai buah (pedicel) tumbuh dari buku-buku cabang primer maupun cabang sekunder.

Pada dasar bunga terdapat 2 daun mahkota disebut lodicula, yang berperan dalam pembukaan palea. Lodicula mudah menyerap dan menghisap air. Pada saat palea membuka benang sari keluar, pembukaan diikuti pemecahan kantong serbuk sari dan baru setelah itu penumpahan serbuk sari, kemudian lemma menutup lagi. Bunga padi tergolong bunga sempurna namun tergolong bunga tidak lengkap. Tipe penyerbukan dari bunga padi yaitu penyerbukan sendiri.

4. Bunga Cabai (Capsicum annum)

Bunga cabai memiliki ukuran yang relatif kecil, sempurna, polisimetris atau monosimetris yang terbentuk pada ujung ranting pada pangkal tangkai bunga seakan-akan berada diketiak daun dan biasanya menggantung. Bunga cabai berwarna putih atau kuning kehijauan, benang sari berwarna kebiruan berjumlah 5-6 buah. Garis tengah bunga 0,5-1 cm, dan panjangnya 1,5-2,5 cm biasanya terletak secara menggantung. Kelopak bunga kecil, berbentuk bintang sudut 5, warnanya hijau kekuningan. Mahkota bunga warna kuning kehijauan atau kekuningan, garis tengah 0,5-1 cm, bentuk bintang bersudut 5-6. Benang sari 5 buah terdapat dalam tabung mahkota bunga, putik 1 buah beruang 2 atau lebih, bijinya banyak ringan, buahnya buni atau kendaga (Pracaya, 1994). Panjang bunga 1-1,5 cm, lebarnya sekitar 0,5 cm dan panjang tangkai bunga 1-2 cm. Tangkai putik satu buah berwarna putih, panjang sekitar 0,5 cm. Tangkai sari berwarna putih, ada 5 buah dengan masing-masing memikul 2 kepala sari. Sehingga kepala sari berjumlah 10. Kepala sarinya berwarna biru atau ungu (Tjahyadi, 1997). Cabai tergolong bunga sempurna dan bunga lengkap dengan tipe penyerbukan sendiri.

5. Bunga Jagung (Zea mays)

Tangkai kepala putik merupakan benang yang panjang dan terjuntai di ujung tongkol sebagai kepala putik menggantung di luar tongkol. Bakal biji tumbuh pada tongkol yang dibungkus oleh kelopak-kelopak bunga tadi. Salah satu bakal biji mempunyai satu tangkai kepala putik dan 1 kepala putik. Satu batang tongkolnya lebih dari satu. Pada jagung penyerbukan silangnya dibantu oleh anginyang dapat terjadi sampai 400 meter. Pada jagung tepung sari tersedia selama 2 minggu.

Jagung adalah tanaman berumah satu. Bunga jantan disebut malai yang tumbuh pada ujung batang. Bunga jantan lebih dahulu masak daripada bunga betina. Bunga betina tumbuh di bawah bunga jantan. Bunga betina disebut tongkol yang dibungkus oleh kelopak-kelopak bunga yang berjmlah 6-14 helai (Hardjodinomo, 1980).

Tangkai kepala putik merupakan benang yang panjang dan terjuntai di ujnug tongkol sehingga kepla putik menggantung diluar tongkol. Bakal biji tumbuh pada tongkol yang dibungkus oleh kelopak bunga tadi. Satu bakal biji mempunyai satu tangkai kepala putik dan satu kepala putik. Satu batang tongkolnya lebih dari satu. Pada jagung penyerbukan silangnya dibantu oleh angina yang dapat terjadi sampai 400 meter. Pada jagung tepung sari tersedia selama 2 minggu. (Hardjodinomo, 1980).

6. Bunga Anggrek (Dendrobium sp.)

Bunga anggrek memiliki berbagai jenis bentuk tergantung dari jenis spesies. Pada jenis anggrek dendrobium, bunga berbentuk bundar, tangkai bunga panjangnya 20-35 cm menyangga 15-20 kuntum bunga yang tersusun rapat dan bergaris tengah 3,5 cm (LIPI, 1979).

Setiap bunga anggrek memiliki 3 sepal luar (daun kelopak) dan 3 petal dalam (daun mahkota). Namun, tipe sepal dan petal dari masing-masing jenis anggrek berbeda-beda berdasarkan bentuk, warna, dan ukurannya. Ketiga sepal ini biasanya agak sama bentuknya, sepal yang teratas disebut sepallum dorsale dan kedua sepal lainnya dinamakan literalia. Menurut Soeryowinoto (1974) sepal ini terletak di kiri dan kanan bawah, ketiganya terletak dalam satu lingkaran. Seperti juga sepal, petal tersusun dalam suatu lingkaran., 2 petal yang di atas disebut petal lateralia dan salah satu dari petal bunga anggrek akan termodifikasi menjadi labellum (bibir bunga). Labellum atau lip merupakan bagian terpenting karena merupakan alat reproduksi. Pada labellum terdapat bagian yang disebut column (tugu bunga) yang merupakan tempat kumpulan alat-alat kelamin bunga. Adanya column menjadi ciri khas atau karakter bunga anggrek karena tidak dimiliki oleh famili tumbuhan lain (Sutiyoso, 2002). Bunga anggrek tergolong bunga lengkap dan bunga sempurna dengan tipe penyerbukan silang.

7. Bunga Pepaya (Carica papaya)

Bunga pepaya memiliki tiga bentuk berdasarkan jenis alat kelaminnya. Karena alat kelamin jantan dan betina terpisah maka tanaman pepaya tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali pada tanaman pepaya yang hermaprodit atau memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga.

a. Jantan (♂)

Bunga jantan biasanya tersusun dalam rangkaian bunga bertangkai panjang. Menurut Kalic (1995), bunga jantan berbentuk tabung ramping sekitar 2,5 cm. Daun mahkotanya 5 helai keci-kecil, benang sari 10, tersusun 2 lapis melekat antara daun mahkota. Sedangkan bagian atasnya saling terlepas seolah-olah mirip bentuk corong. Benang sarinya terdapat 10 helai. Tidak dapat menghasilkan buah, karena tidak mempunyai bakal buah maupun putik. Pada ujung rangkaian bunga biasanya terdapat beberapa bunga sempurna yang bentuk bakal buahnya bulat telur. Dapat menjadi buah yang bentuknya bulat telur dan kecil-kecil atau disebut buah pepaya gantung (Warisno,2003).

b. Betina (♀)

Bunga pepaya betina memiliki ciri-ciri yaitu bunga terdiri atas 5 helai dan letaknya terlepas satu sama lain. Tidak mempunyai benang sari Bakal buah berbentuk bulat atau bulat telur dan tepinya rata. Bunga betina dapat menjadi buah bila diserbuki tepung sari bunga dari tanaman lain. Buah yang dihasilkan dari bunga betina bentuknya bulat atau bulat telur dengan tepi yang rata (Rukmana, 1995).

c. Hermaprodit

Ciri-ciri umum bunga pepaya sempurna (hermaprodith) adalah memiliki putik, bakal buah dan benang sari dalam satu kuntum bunga, kecuali pada bunga sempurna rudimeter tidak terdapat bakal buah dan putik. Pada bunga sempurna elongata daun bunga berjumlah lima helai, di bagian bawah saling melekat membentuk tabung dan melekat sepanjang ¾ dari bakal buah, bagian ujungnya terlepas. Bentuknya mirip dengan bunga jantan, tetapi ukurannya relatif lebih besar dan panjang. Bakal buah berbentuk panjang lonjong, mempunyai 5-10 helai daun buah, namun ada pula yang kurang lebih kurang dari lima helai. Benang sari memiliki 10 helai yang terdapat pada ujung tabung sebelah dalam. Letak benang sari ini lima helai bertangkai panjang melekat di antara daun bunga, dan lima helai bertangkai pendek yang melekat pada bagian tengah dari daun bunga. Menghasilkan buah yang bentuknya panjang lonjong. Bunga banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf, poligami, mempunyai dasar bunga yang berbentuk lonceng, kelopak berlekuk 5 atau bertepi rata, daun mahkota 5.

Penyerbukan (pollination) merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari dari kantong sari ke kepala putik. Penyerbukan bisa berlangsung sebelum atau sesudah bunga membuka. Penyerbukan dapat berlangsung dengan bantuan angin, serangga, dan manusia. Ditinjau dari sistem penyerbukannya, tanaman digolongkan menjadi tanaman menyerbuk sendiri (autogami) dan tanaman menyerbuk silang (allogami). Penyerbukan silang terjadi apabila kepala putik suatu bunga diserbuki oleh serbuk sari dari bunga lain yang berlainan tanaman. Apabila kepala putik diserbuki oleh serbuk sari bunga itu sendiri atau oleh bunga lain yang masih dalam satu tanaman disebut penyerbukan sendiri.

Menurut Sunarto (1997) beberapa sebab tanaman melakukan penyerbukan sendiri:

§ Bunga tidak membuka

§ Serbuk sari berhamburan sebelum bunga membuka

§ Pistil dan stamen dihalangi oleh organ buangan sesudah bunga membuka

§ Stigma memanjang disela-sela stamen segera etelah kantong sari membuka.

Sedangkan suatu tanaman melakukan penyerbukan silang dikarenakan :

§ Gangguan mekanik sehingga penyerbukan sendiri gagal

§ Perbedaan saat matangnya serbuk sari dengan kepala putik

§ Adanya self sterility atau incompability

§ Adanya bunga berumah satu (monoecious) atau bunga berumah dua (dioecious)

Sedangkan penyerbukan silang yang terjadi pada tanaman dapat disebabkan oleh (Sunarto. 1997) :

1. gangguan mekanik sehingga penyerbukan sendiri gagal

2. perbedaan saat matangnya serbuk sari dengan kepala puti

3. adanya self sterility atau incompatibility

4. adanya monoecious dan dioecious

Hasil praktikum menunjukan bahwa bunga anggrek, kelapa, pepaya, jagung lebih sering melakukan penyerbukan silang sedangkan pada bunga padi, cabai dan sepatu lebih sering terjadi penyerbukan sendiri. Ada kalanya tiap bunga menyerbuk sendiri melakukan penyerbukan silang begitu pula sebaliknya. Namun penyerbukan silang maupun sendiri secara alami hanya berkisar anatara 0 – 5 %. Variasinya ditentukan oleh varietas tanaman, kondisi musim, kecepatan dan arah angin, dan populasi serangga.

V. SIMPULAN

1. Bunga dapat diklasifikasikan berdasarkan atas organ kelamin bunga yaitu bunga sempurna (perfect flower) dan bunga tidak sempurna (imperfect flower).

2. Bunga dapat diklasifikasikan atas dua macam berdasar kelengkapan bunga yaitu bunga lengkap (complete flower) dan bunga tak lengkap (incomplete flower).

3. Bunga cabai, sepatu dan anggrek termasuk bunga lengkap sedangkan bunga jagung, kelapa, pepaya dan padi termasuk bunga tak lengkap.

4. Klasifikasi bunga berdasarkan kelengkapan alat kelamin jantan (benang sari) dan betina (putik) yang tergolong bunga sempurna (perfect flower) yaitu bunga sepatu, anggrek, padi, cabai dan bunga pepaya hemafrodit sedangkan bunga kelapa, jagung dan pepaya (jantan dan betina) tergolong bunga tidak sempurna (imperfect flower).

5. Berdasarkan tipe penyerbukan tanaman dibedakan menjadi penyerbukan silang (allogami) dan penyerbukan sendiri (autogami).

DAFTAR PUSTAKA

Darjanto dan Siti Satifah.1987. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga Dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Jakarta: PT Gramedia.

Hardjoridomo, Soekirno. 1980. Bertanam Jagung. Bandung: Bina Cipta.

Hardjoridomo. 1982. Bertanam Padi. Bandung: Bina Cipta.

Kalic, Moch. D. Boga. 1995. Bertanam Pepaya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Rukmana, Rahmat. 1995. Tomat dan Chery. Yogyakarta: Kanisius.

Soetedjo, R. 1969. Ilmu Bercocok Tanam Kelapa. Jakarta: CV Yasaguna.

Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. Semarang: IKIP Semarang Press.

Suparyono dan Agus Setyono. 1997. Padi. Jakarta:Penebar swadaya.

Tjitrosoepomo, Gembong. 1999. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Warisno. 2003. Budi Daya Pepaya.Yogyakarta:Kanisius.

Sutiyoso. 2002. Anggrek Potong Dendrohium. Jakarta:Penebar swadaya.

LIPI. 1979. Jenis-jenis Anggrek. Bogor:LIPI.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger