Home » , , » Berantas Korupsi Selamatkan Bumi

Berantas Korupsi Selamatkan Bumi

Written By Arifin Budi Purnomo on Rabu, 06 Februari 2013 | 21.39.00

Assalamu’alaikum Wr Wb
Sahabatku yang berbahagia,

Bicara mengenai korupsi khususnya di negeri ini memang tidak ada ujungnya ya,,. Berbagai kasus baru tiap kali muncul sebelum kasus-kasus lama terselesaikan. Lalu dimana peran KPK yang selama ini mungkin sebagai satu-satunya “Lakon” yang kita tunggu-tunggu kemenangannya?

Ok. Sebelum kita bahas masalah tersebut, Kita tengok dulu beberapa cuplikan pidato M.Busyro Muqoddas (Pimpinan KPK) yang beberapa saat lalu mengunjungi salah satu Ormas Islam yang berpusat di Surakarta (walaupun akau masih di Purwokerto waktu itu hehe)

 Kita awali postingan ini dengan membuka sebuah ayat dari Kitab Suci Al-Qur’an:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menjadikan mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS.Ar-Rum:41)

Sahabatku, sebenarnya Indonesia merupakan bumi ciptaan Tuhan dengan keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Bagaimana tidak, Negeri ini mempunyai banyak kekayaan yang meliputi:

  • Sebagian dari hutan tropis (paru-paru dunia) di dunia terdapat di Indonesia
  • Hutan terluas no.3 di dunia
  • Kaya dengan keanekaragaman hayati 15,3% dari 5.131.100 keanekaragaman hayati di dunia terdapat di Indonesia
  • Penghasil timah no.2 di dunia
  • Pengekspor batu bara terbesar no.3 di dunia
  • Penghasil tembaga terbesar no.3 di dunia
  • Pengekspor LNG terbesar no.3 di dunia
  • Salah satu negara penghasil minyak bumi
  • Luas wilayah perairan Indonesia: 5,8 juta km2=70% dari luas total Indonesia;
  • Posisi strategis sebagai poros utama lalu lintas perdagangan internasional
  • Sumber daya laut dengan potensi ekonomi: USD 800 M = Rp.7.200 T/tahun = 6 X APBN 2011

Namun, perlu kita ketahui juga semuanya itu sebenarnya adalah milik RAKYAT. Anda setuju bukan?. Iya pastinya, karena kita punya dasar hokum yang dapat kita jadikan alasan:

Pasal 33 ayat 3 UUD 1945
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

Akan tetapi sudah makmurkah rakyat Indonesia ?

Kita tela’ah survey berikut:

  • 8, 3 juta pengangguran di Indonesia butuh pekerjaan
  • Berdasarkan sensus penduduk BPS (Februari 2011), diketahui:
    • Jumlah penduduk Indonesia: 237,6 juta jiwa
    • 31 juta orang masih berada di bawah garis kemiskinan (13,3%)
    • 8,12 juta orang masih menganggur (7,41%)

Keuntungan Negara
APBN 2011:

  • Pendapatan Rp 1.086 T
  • Belanja: Rp 1.202 T (-114T)

Hutang Negara:

  • Hutang luar negeri Indonesia per September 2011: Rp 1.754,91 T
  • Bunga: Rp 115,21 T/tahun

Mengapa kekayaan yang dimiliki negara Indonesia belum membuat rakyat Indonesia makmur ?
Salah kelola dan akhirnya Negara Rugi (ini adalah sesi paling miris pokoknya :()

  • Tambang Grasberg di Mimika Papua: penghasil tembaga dan emas terbesar di dunia
  • PT Freeport Indonesia: Pengelola tambang Grasberg dengan kepemilikan saham –> Freeport McMoran Copper&Gold Inc. AS (81,28%), Pemerintah Indonesia: 9,36%, PT.Indocopper Investama: 9,36%
  • Penghasilan Freeport dalam setahun: US$ 4,1 M
  • Royalti untuk pemerintah RI: 1% (emas) & 1,5%-3,5% (tembaga)
  • Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (Nov 2010): 183 kab merupakan daerah tertinggal, 27 kab berada di provinsi Papua (terbanyak)
  • Persentase angka kemiskinan di Papua: 34,88% > rata-rata nasional (13,33%)
  • Blog Cepu memiliki sekitar 2,6 miliar barel minyal dan 14,91 triliun kaki kubik (TCF) gas. Total pendapatan yang dapat dihasilkan mencapai 165,74 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1600 triliun. Diberikannya kontrak Blok Cepu kepada HPG pada masa rezim Orde Baru telah memiliki indikasi KKN, karena Pertamina saat itu telah melakukan persiapan eksplorasi dan eksploitasi.
  • Blok Natuna merupakan salah satu sumber cadangan gas terbesar di dunia, dengan potensi mencapai 46 triliun kaki kubik atau 1.270 miliar meter kubik gas (sesuai data ExxonMobil). ExxonMobil meraup keuntungan seluruh bagi hasil (100%:0%) dari Blok Natuna, sedangkan pemerintah hanya menerima pendapatan dari pajak. Kontrak Blok Natuna sangat tidak adil dan dicurigai sebagai bentuk KKN yang dilakukan rezim Orde Baru
  • Total kerugian negara dari sektor tambang mencapai Rp 345,96 triliun atau setara dengan dua kali anggaran kesehatan negara. Artinya, setiap tahun negara dirugikan sekitar Rp 38,4 triliun. Kerugian itu muncul akibat pengelolaan sektor ekstraktif yang tidak transparan dan akuntabel (audit BPK selama periode 2000-2008).
  • Penyimpanan atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Dana Bagi Hasil (DBH) di sektor pertambangan batubara pada semester II 2011 sebesar Rp 488,52 miliar (Data laporan BPK 2011)

Dan ini BIANG KEROKNYA
“CORRUPTION”

Rumus Terjadinya Korupsi

C = D+M-A

C: corruption (korupsi) 
D: discretionary (kewenangan penentuan kebijakan) 
M: monopoly
A: accountability (pertanggungjawaban)

10 Titik Rawan Korupsi

  1. sektor APBN/APBD
  2. sektor pengadaan barang dan jasa
  3. sektor pajak
  4. sektor kepabeanan dan bea cukai
  5. sektor migas
  6. sektor keuangan dan perbankan
  7. sektor BUMN/BUMD
  8. sektor pendapatan/penerimaan negara
  9. sektor pelayanan umum
  10. sektor instansi/lembaga beralokasi anggaran besar. (Jangan-jangan UNSOED juga masuk nih:D)

Tindak Pidana Korupsi (UU 31/1999 jo UU 20/2001)

Delik yang terkait dengan kerugian keuangan negara

Pasal 2(1); 3

Delik pemberian sesuatu / janji kepada Pegawai Negeri / PN (Penyuapan)

Ps 5(1) a,b; Ps 13; Ps 5(2); Ps 12 a; Ps 11; Ps 6(1) a,b; Ps 6(2); Ps 12 c

Delik penggelapan dalam jabatan

Pasal 8; 9; 10 a,b,c

Delik perbuatan pemerasan

Pasal 12 e,f,g

Delik perbuatan curang

Pasal 7 (1) huruf a,b,c,d; Ps 7 (2); Ps 12 huruf h

Delik benturan kepentingan dalam pengadaan

Pasal 12 huruf i

Delik Gratifikasi

Pasal 12 B jo Pasal 12 C
 

 

Penanganan Kasus TPK 2003 – 2012


Akar penyebab korupsi

  • krisis identitas dan orientasi kemanusiaan
  • kegagalan pendidikan (Ini dia yang perlu kita cermati)
  • lemahnya kontrol dalam keluarga
  • agama belum diajarkan menjadi “kekuatan perubahan” bidang ekonomi, sosial dan politik (Pemerintahan & Negara)
  • Proses-proses politik yang koruptif:

Niat terkait dengan perilaku/karakter

  • Corruption by Need (terpaksa karena kebutuhan)
  • Corruption by Desain (UU, kebijakan negara, ijin-ijin pemerintah yang dibisniskan)
  • Corruption by Greed (karena keserakahan)


Sungguh sobat. Tidakkah kita menengok ayat-ayat Allah yang berikut ini?
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS.Al A’raf:31)

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya” (QS.Al-A’raf:56)

Total aset/kekayaan negara yang berhasil diselamatkan KPK (2011)

Rp 152,9 T

  • 99,65% dari sektor hulu migas (aset-aset milik negara yang tidak pernah tercatat oleh pemerintah)
  • 0,35% dari pengalihan hak barang milik negara (BMN)

Total kerugian keuangan negara yang berhasil diselamatkan KPK (2011)

Rp 134,7 M

  • Berasal dari penanganan perkara tindak pidana korupsi (TPK): uang pengganti, uang rampasan, uang sitaan, penjualan hasil lelang TPK, ongkos perkara
  • Penerimaan Negara BUkan Pajak (PNBP)
  • disetorkan ke Rekening Kas Negara/Daerah

Kerugian Keuangan negara
dari penanganan TPK yang berhasil diselamatkan KPK 2008 – 2011


Apa yang dapat kita Lakukan ?

  • Menjaga diri dan keluarga dari harta haram
  • Turut mengawasi APBD (Penyusunan & Pembelanjaan)
  • Mengawasi perilaku hidup mewah tidak wajar pejabat, DPRD, aparat penegak hukum –> Lapor ke KPK

Sahabatku yang budiman, apa yang akan kita pertanggungjawabkan kelk terhadap Firman Allah yang begitu NYATA berikut?
“Wahai orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari datangnya siksa neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS.At-Tahrim: 6) 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang terdapat pada (keadaan) suatu kaum(masyarakat), sehingga mereka mengubah apa yang terdapat dalam diri mereka” (QS.Ar-Ra’ad:11)

Wahai sobatku, para generasi muda yang masih dalam kepolosannya. Suatu saat, kita pasti akan dihadapkan pada suatu posisi yang memungkinkan kita melewati berbagai tanggung jawab diatas. Entah dalam sektor Keluarga, Kelompok kecil, Komunitas, Warga, bahkan tingkat yang lebih tinggi yakni Regional dan Nasional. Apakah kita rela untuk semakin memperparah keadaan negeri ini? Apa justru kita juga ingin mengikuti zaman yang semakin EDAN GAK KARUAN?

Saya yakin TIDAK. Karena kita adalah umat islam. Kita ini adalah khalifah penjaga bumi Allah. Menghindari segala kemungkinan yang menjadi penyebab kerusakan Bumi. Baik kerusakan MORAL dan AKHLAQ maupun kerusakan berupa FISIK.

Satu pesan pada kesempatan yang berbahagian kali ini:
“Wujudkan Khalifah Muslim Yang Sejati, Berantas Korupsi Dan Selamatkan Bumi”

Sekian dari saya, semoga dapat menjadikan renungan para Khalifah para Generasi Intelektual Muda Indonesia demi keselamatan Indonesia Tercinta.

Saya Arifin Budi Purnomo pamit undur diri. Semoga dilain kesempatan kita masih diperkenankan belajar bersama menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Aamiin :)

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Share this article :

2 komentar:

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger