Home » , , » Cerita Motivasi & Inspirasi / Cetita dibalik Sebuah Dompet

Cerita Motivasi & Inspirasi / Cetita dibalik Sebuah Dompet

Written By Arifin Budi Purnomo on Kamis, 21 Februari 2013 | 17.26.00

Assalamu’alaikum Wr Wb

Sahabatku yang baik,

 by Arifin Budi Purnomo

Kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman pribadiku saat masih duduk di bangku SMA. Pagi itu, sehabis sholat subuh di masjid, saya melakukan aktivitas seperti biasa. Lari pagi di sepanjang jalan di tengah perkebunan yang ada di tetangga desa. Sambil mendengarkan lantunan lagu mp3 dari hp, aku terus bersemangat walau hanya sendirian.

Tak terasa satu rute telah terlewati, dan matahari mulai menampakkan teriknya, maka aku bergegas untuk pulang. Ditengah perjalananku pulang, aku melihat sesosok pemuda yang kelihatan buru-buru mengendarai motornya. Tiba-tiba saja, ada sesuatu yang jatuh dari saku atau tas pemuda itu. Dari kejauhan aku berteriak untuk memberitahunya. Namun karena begitu cepat laju motor dan rute jalan dekat dengan tikungan, aku kehilangan jejak pemuda itu.

Aku berusaha untuk mengambil sesuatu yang jatuh tersebut. Ternyata sebuah dompet hitam berisi identitas dan surat-surat penting yang aku agak kelupaan waktu itu. Seingatku yang pasti tidak ada uang dengan nominal yang banyak. Aku pun memutuskan untuk mengambil dompet itu dan menyimpannya dirumah.

                                                       *****

Setelah sampai dirumah, aku menceritakan kejadian itu pada ayahku. Akhirnya aku dan ayahku memutuskan untuk mencari alamat yang tertera pada dompet itu dan berniat untuk mengembalikannya.

Alamatnya tidak begitu jauh dari rumahku, hanya tetangga desa ternyata. Tapi sayangnya aku tidak dapat menemui orang yang tertera pada identitas tersebut. Akhirnya aku pulang dan hanya memberitahu pada tetangganya bahwa dompetnya telah ditemukan.

Hingga sampai malam harinya, tiba-tiba ada seorang pemuda mendatangi ke rumah nenekku. Kebetulan aku memang waktu itu tinggal bersama nenekku. Ternyata pemuda itu adalah seorang yang kehilangan dompet yang tadi pagi aku temukan.

Aku serahkan dompet itu dalam kondisi utuh. Dan sebelum pulang, pemuda itu member sebuah amplop kalo tidak salah waktu itu padaku. Ternyata amplop itu berisi uang yang lumayan lah bagi kalangan seorang pelajar. Aku bersyukur terutama pada Allah yang mungkin sebagai hadiah akan peristiwa itu padaku.

                                                       *****

Keesok harinya, ketika aku sudah kembali ke rumahku sendiri, ada kejadian yang aneh. Datanglah seorang nenek-nenek berwajah tua namun kelihatan masih sehat ke rumahku. Sang nenek mengaku adalah kerabat pemuda yang tadi malam menemuiku. Ia mengucapkan terimakasih banyak kepadaku, aku tanggapi pernyataan nenek itu dengan senyum. Hingga pembicaraan selesai, akhirnya sang nenek itu pamit untuk pulang.

Tak disangka pula, sang nenek memberi sebuah bingkisan. Aku bingung juga, mau menerima atau tidak. Melihat wajah nenek penuh harapan, akhirnya aku menerimanya. Sang nenek merasa senag akupun juga. Dan apa yang ada dalam bingkisan itu? Ternyata sejumlah uang. Subhanallah aku kembali bersyukur paa Allah yang memberiku rezeki yang tidak kusangka.
                                                                

                                                      *****

Beberapa bulan kemudian aku masuk rumash sakit. Begitu pula dengan adikku. Aku dan adikku kekurangan kadar eritrosit dalam darah. Namun adikku tidak separah diriku yang mungkin ketika itu kisaran angka 26 dari 300 (skala normal).

Aku divonis dokter terjangkit penyakit demam berdarah, sedangkan adikku terkena radang pernafasan. Aku dan adikku dirawat inap sekitar 7 hari di kamar yang sama. Beruntung biaya rumah sakit selama aku menginap ditanggung oleh semacam jaminan kesehatan ketika itu.

Ada yang menarik lagi ketika aku dirwat dirumah sakit selama satu minggu. Aku kembali bertemu sang nenek yang dulu. Aku tak menyangka akan hal ini. Ternyata, didepan kamar yang aku tempati ada pasien yang tak disangka adalah kerabat dari sang nenek tadi.

Sang nenek merasa sedih juga ketika melihat keadaanku yang tiap hari berbaring dan ditemani sebuah infuse yang selalu melekat ditanganku terus. Wajahku sangat pucat, tubuh tak berdaya waktu itu.

Beruntung sang nenek selalu mendukung dan mendo’akanku. Ia tak jarang memberiku berbagai keperluan seperti makan dan sebagainya.

Aku mulai menyadari bahwa ini adalah pertolongan dari Allah. Mungkin adalah hikmah dari kejadian menemukan dompet yang dulu. 
 Subhanallah, ternyata perbuatan jujur walau hanya perkara kecil terdapat hikmah yang justru besar.

Allah akan senantiasa  membalas semua kebaikan yang kita lakukan  walaupun hanya perkara kecil, dan Allah menyukai orang yang jujur”

                                                     *****

Sahabat, mungkin hanya ini yang dapat aku sampaikan. Semoga yang sedikit ini dapat member pencerahan untuk senantiasa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger