Home » , » Kisah Motivasi / Tempayan Yang Retak

Kisah Motivasi / Tempayan Yang Retak

Written By Arifin Budi Purnomo on Jumat, 01 Februari 2013 | 13.18.00

Assalamu'alaikum Wr Wb
Sahabatku yang berbahagia,
Alkisah ada seorang Ibu yang sudah tua di Cina dimana pekerjaanya mengambil air dari sungai. Sang ibu tua tersebut memiliki 2 buah tempayan untuk ia gunakan mencari air, yang dipikul di pundak dengan menggunakan sebatang bambu.

Karakteristik kedua tempayan itu berbeda. Salah satu dari kedua tempayan itu retak. Sedangkan tempayan yang satunya lagi mulus tanpa cela dan selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah s
etelah menempuh perjalanan panjang dari sungai untuk mengambil air, air di tempayan yang retak tinggal terisi setengahnya saja. Sedangkan tempayan yang mulus selalu membawa air dengan penuh. Selama 2 tahun hal tersebut berlangsung. Dan setiap harinya sang ibu tua itu hanya membawa pulang air satu setengah tempayan.

Tentunya si tempayan y
angg mulus itu sangat bangga akan pencapaiannya. Selalu mampu membawa air secara penuh untuk sang ibu. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya karena ia tidak mampu seperti tempayan yang utuh. Ia karap kali merass sedih, sebab ia hanya mampu memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 t
ahun yang dianggapnya sebagai sebuah kegagalan, akhirnya tempayan retak berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai. “Aku malu, karena aku tidak dapat membawa air dengan penuh sebab air selalu bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”

Ibu itu tersenyum,
dan menjawab dengan sebuah pertanyaan “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yg kau lalui, namun tidak ada di jalur yg satunya?

Aku sudah tahu kekuranganmu, aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu. Selama 2 tahnu aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja”, kata sang ibu.

Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini mungkin tidak se indah ini, sebab tidak ada penghias bunga di rumah kita. Kita semua mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Begitu juga dirimu, engkau punya kelebihan dan kekurangan. Namun keretakan dan kekuranganmu itulah yg menjadikan hidup kita bersama indah dan menyenangkan”, imbuh sang ibu.
Sobatku,
Sungguh betapa kita terkadang merasa malu dengan segala kekurangan yang ada pada diri kita. Kekurangan tidak bisa seperti orang lain yang kita temui disekitar kita. Namun, prlu kita ketahui sobat, kita tidak lantas minder akan hal tersebut. Karena, pasti ada hikmah dan kelebihan yang kita miliki pada hal yang lain.
Seperti halnya tempayan pada cerita diatas. Ia kurang dalam kemampuan membawa air, tetapi ia mempunyai kelebihan mampu memberi manfaat pada makhluk lain yakni dengan menyirami bunga di jalurnya.
Untuk itu sobatku, kita harus mulai berfikir lebih dewasa akan kelemahan pada kita.
“Sesungguhnya ketika kita memahami kelemahan, maka justru kelemahan itu akan meninggikan kelebihan kita”
Saya Arifin Budi Purnomo pamit undur diri, Semoga dilain waktu masih dapat berjumpa lagi. :)
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger