Home » , , , » Kunjungan Abdillah Onim (Relawan MER-C Palestina) di MAFAZA (Part 2-Habis)

Kunjungan Abdillah Onim (Relawan MER-C Palestina) di MAFAZA (Part 2-Habis)

Written By Arifin Budi Purnomo on Senin, 25 Februari 2013 | 14.45.00

Sebagai seorang relawan kemanusiaan, tentu dirinya memiliki berbagai keterbatasan, terutama soal materi. Hal ini yang membuatnya ketar-ketir, jelang pernikahan. Namun tak lama, berbondong-bondong bantuan datang dari arah yang tak disangka-sangka. Di sinilah ia merasakan pertolong Allah itu turun kepada hambaNya yang ingin melaksanakan sunnah yang suci dan demi menjaga iffah.



Alhamdulillah, dari pernikahan Abdillah Onim dengan muslimah Gaza ini dikaruniai Allah seorang putri mungil bernama Marwiyah Filindo, yang nanti foto-fotonya akan saya posting pada postingan ini.
Abdillah Onim pun semakin kokoh tekadnya untuk tinggal di Gaza membesarkan anaknya, ia tak peduli meskipun serangan Zionis Israel sewaktu-waktu bisa mengancam.

“Alhamdulillah istri saya seorang hafizhah dan seluruh keluarga saya di Jalur Gaza itu hafizh dan hafizhah jadi saya lebih memilih membesarkan anak-anak di sana dan kalau ada rezeki mau bangun rumah di sana. Tapi insya Allah akan bolak-balik ke Indonesia,” ungkapnya.

Di tengah-tengah beliau menyampaikan tausyiah di Masjid Fatimatuzzahra. Beliau sempat juga berkata bahwa keinginan syahid selalu muncul tatkala melihat mobil patrol milik Israel yang berkeliaran.

“Rasa keinginan syahid selalu muncul. Apalagi ketika saya melihat mobil patrol yang terlihat dari jendela rumah saya. Rumah saya berjaral 1.5 km dari perbatasan. Jadi ketika saya membuka jendela, maka langsung terpampang jeep dan tank-tank milik Israel yang berkeliaran” ceritanya.

Ternyata kunci dari ketabahan semua warga GAZA yang mana harus menhadapi resiko besar yakni kematian adalah dengan Al Qur’an dan Sholat.

“Gaza adalah daerah yang kecil dengan penduduk yang kecil. Mungkin hanya sekitar tiga kali luas Purwokerto.  Namun semangat untuk berjuang membela agama Islam dari Israel begitu besar. Kunci dari keberanian itu adalah dengan Al Qur’an dan Sholat. Mayoritas warga GAZA menghabiskan waktu keseharianya untuk membaca dan menghafal Al Qur’an”, kata beliau.

Walaupun dengan penduduk GAZA yang sedikit, menghadapi Israel dengan segala persenjataan dan dengan segala komplotan barat, mereka semua tidak pernah merasa takut. Kerinduan akan jihad sudah tertanam pada diri rakyat GAZA.

“Syahid adalah cita-cita rakyat GAZA. Suatu ketika ada seorang pemuda Palestina yang terkena roket Israel. Tubuhnya hancur, namun ia sempat mengucap syahadat saat di evakuasi. Dan ketika ibu dari pemuda itu mendengar bahwa anaknya telah mati dengan tubuh yang sudah hancur terbelah, sang ibu merasa bangga. Walaupun menagis, namun tangisanya adalah tangisan bahagia dan bangga bahwa anaknya telah syahid”,jelasnya.

Cerita tentang perjuangan rakyak GAZA melawan Israel nampaknya mampu menyihir saya dan para jama’ah yang mendengarkan pada siang itu. Disertai diputarnya video liputan beliau Abdillah Onim sendiri, suasana terasa begitu mengharukan. Hingga akhirnya penggalangan dana untuk rakyat GAZA siang itu juga diadakan hingga hari jum’at 3 Maret 2013 mendatang di Masjid Fatimatuzzahra, Grendeng, Purwokerto.
Di akhir-akhir sesi beliau sempat berpesan bagi para jama’ah yang hadir khususnya dan para jama’ah dimanapun berada umumnya.

“Mungkin sedikit pesan saya bagi bapak-bapak, ibu-ibu dan mas-mas semua yang hadir bahwa kita semua perlu mendidik gebnerasi muda sesuai syariat Islam. Tidak salah bergaul dan senantiasa berpegang pada Al qur’an. Warga Indonesia yang begitu banyak adalah harapan bagi rakyat Palestina. Untuk itu kedepanya semoga Indonesia mampu member kontribusi besar bagi rakyat Palestina”, tutupnya.

Sahabatku yang budiman,
Demikian diatas tausyiah dari seorang relawan dan sekaligus mujahidin asal Indonesia bagi Palestina. Sebuah pelajaran dan PR kita bersama adalah harapan rakyat Palestina yang disampaikan oleh beliau Abdillah Onim. Rakyat Palestina berharap kepada kita untuk sebuah kontribusi yang besar. Walaupun mungkin kita belum dapat untuk melakukanya, namun seperti yang beliau sampaikan bahwa kita harus mendidik generasi muda Indonesia agar sesuia syariat Islam. Dengan cara tersebut, keinginan untuk berjuang membela agama Islam akan senantiasa muncul.

Mungkin hanya sedikt yang dapat saya sampaikan. Semoga member manfaat. Kurang lebihnya mohon maaf.
Assalamu’alaikum Wr Wb.

Foto Marwah Filindo putri pertama
Abdillah Onim (Relawan MER-C Indonesia di Gaza) dan Rajaa Al Hirthani (seorang Muslimah Gaza)







doc. Arifin Budi Purnomo
Mahasiswa Pertanian UNSOED
Purwokerto
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger