Home » , , » ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEDELAI DI INDONESIA

ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEDELAI DI INDONESIA

Written By Arifin Budi Purnomo on Kamis, 01 Januari 2015 | 07.00.00

ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEDELAI DI INDONESIA

P
ermasalahan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia saat ini adalah terkait dengan fakta bahwa pertumbuhan permintaan komoditi pangan yang lebih tepat daripada pertumbuhan penyediaanya. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas komoditi pangan harus dipertahankan. Salah satu komoditiyang harus ditingkatkan produktivitasnya adalah kedelai. Tanaman kedelai merupakan sumber bahan pangan nabati, dengan kandungan protein. Dari seluruh protein yang dibutuhkan oleh tubuh manusi, sekitar 10 persen bersumber dari produk olahan kedelai (Hayami, dkk, 1998). Tidak seperti tanaman pangan lainya, kedelai dikonsumsimelalui berbagai bentuk produk olahan seperti tahu, tempe, kecap dan tauco. Beberapa modifikasi pengolahan kedelai lainya juga telah dikembangan di berbagai daerah seperti kripik tempe, susu kedelai dan kedelai goreng. Kedelai digunakan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga digunakan sebagai sumber protein pada hewan. Bahan baku pakan ternak menggunakan kedelai dan sekitar 90 persen proteni makanan ternak berasal dari kedelai (Tomich, 1992).
Adapun tujuan dibuatnya paper ini adalah :
1.   Untuk mengetahui dan memahami kondisi permintaan dan penawaran terhadap komoditas kedelai di Indonesia.
2.  Menganalisis variabel – variabel yang mempengarui permintaan dan penawaran komoditas kedelai di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kedelai pada periode 2003-2008 meningkat rata-rata sebesar 2,08% per tahun. Peningkatan produksi kedelai disebabkan karena meningkatnya produktivitas kedelai rata-rata sebesar 1,49% per tahun, serta meningkatnya luas areal panen kedelai rata-rata sebesar 0,56% per tahun. Walau produksi kedelai di Indonesia meningkat, namun hal ini tidak dapat mengimbangi laju konsumsi kedelai. Konsumsi kedelai perkapita meningkat dari 8,13 kg pada tahun 1998 menjadi 8,97 kg pada tahun 2004 (Suryana, et all., 2005). Berdasarkan data BPS, laju rata-rata pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 1978-2008 adalah 1,56% per tahun. Sedangkan data dari Departemen Pertanian bahwa laju pertumbuhan konsumsi kedelai pada tahun 1978-2008 adalah 7,22 pet tahun.

Tabel Data Permintaan dan Penawaran Komoditas Kedelai (Tahun 2003-2008)
Tahun
Penawaran (Ton)
Permintaan (Ton)
Konsumsi/Kapita (Kg)
Jumlah Penduduk (Ribu Jiwa)
Impor (Ton)
2003
671.600
1.864.317
8,7
214.251
1.192.717
2004
723.483
1.839.276
8,47
217.077
1.115.793
2005
808.353
1.894.591
8,62
219.852
1.086.178
2006
747.611
1.879.755
8,44
222.747
1.132.589
2007
592.534
2.004.123
8,88
225.642
1.411.589
2008
775.710
1.944.726
8,51
228.523
1.169.016
Sumber: BPS, Deptan, 2008 (Diolah)
Grafik Konsumsi Kedelai tahun 2003-2008 (Kg)
  
            





Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger