Home » » Buku Ketiga : Antologi Cerpen "Sahabat Dunia Akhirat"

Buku Ketiga : Antologi Cerpen "Sahabat Dunia Akhirat"

Written By Arifin Budi Purnomo on Senin, 29 Februari 2016 | 17.07.00


Penulis Kontributor:
Fathorrozi, Auwthar Andrean, Rere Zivago, Wahda Khadija Salsabiila, Fatna Harista, Mukhdariah Madjid, Nenny Makmun, Bunga Sholekha, Diannur Fajria, Ghoffar Albab Maarif, Islah Wardani, Kakranita, Lenni Ika Wahyudiasti, Luk Luk il maknuun, Mas Ipin, Mentari, Muhamad Pajri, Pelangi Althafunnisa, Rahma A.Sy, Risma AR, Siti Ratnawati, Tri, Via Rinzeani, Wulan Ary Arviati, Zulfia Risda, Muarrikh Al Anthaqiya, Dinu Chan, Hikmawati Chotyun, Rizky Al Khanza, Rosi Aria Lestari, Diana

Buku           : Sahabat Dunia Akhirat
Penerbit      : Pena Indis,
Tebal Buku : 174 hlm
Ukuran        : 14x20 cm
ISBN           : 978-602-1334-07-2
Peyunting    : Nitha Ayesha
Aksara         : Nitha Ayesha
Tata Letak    : Fandy Said
Harga Buku : Rp.42.000,-
(Di luar Ongkir)

Sinopsis:
Aku baru sadar dengan keanehan teman baruku. Dia seumuran denganku tapi tubuhnya lebih pendek, lebih kurus. Aku merasa seperti raksasa di sebelah tubuhnya yang mungil. Kulitnya pucat, dia mudah sekali sesak napas jika lelah, membuat kulitnya jadi aneh, terlihat kelabu. Bibir dan kuku jarinya pun kebiru-biruan.

Kamil tidak sekolah lagi karena dia tidak kuat duduk beberapa jam di kelas. Katanya dia tidak ingin menyusahkan ibunya yang setiap kali dia pingsan, datang ke sekolah dan harus repot mencari angkutan untuk membawanya pulang ke rumah kontrakan. Dia juga tidak mampu berjalan jauh ke sekolah dan tidak punya kursi roda. Ibunya pun tidak bisa mengantar-jemput karena harus berkeliling menjual sayur supaya mereka bisa tetap makan. Dalam segala keterbatasan tubuh dan ekonominya Kamil tetap belajar, meminjam buku-bukuku, katanya nanti dia akan mengikuti ujian persamaan.

Kamil mengajariku untuk ikhlas melepaskan dia yang pergi dalam senyum. Aku tidak pernah mendengar dia mengeluh karena sakitnya, karena kemiskinan yang membelit hidupnya, karena sedikitnya sanak keluarga setelah dia menjadi anak yatim, dan banyak lagi pelajaran hidup lainnya yang semakin jelas ketika dia sudah meninggal. Bagiku, Kamil adalah sahabat dunia dan akhirat. Sahabat yang selalu mengingatkan aku tentang 2S, sabar dan syukur dalam menjalani kehidupan.

Biodata Penulis/Kontributor.
Mas Ipin adalah penulis muda kelahiran Sukoharjo Jawa Tengah tahun 1994 silam dengan nama asli Arifin Budi Purnomo. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto angkatan 2012 ini senantiasa mencoba menuliskan jejak hidupnya dalam sebuah kisah ispiratif. Informasi selanjutnya dapat menghubungi Hp. 08975040033, FB: Arifin Budi Purnomo, atau email arifinb92@yahoo.co.id.

Share this article :

7 komentar:

Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Sopan :)

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arifin Budi Purnomo Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger